Rabu, 28 Mei 2014

Bahan kemasan dan teknik pewarnaan

Dalam dunia cetak mencetak kuantitas produksi dan warna sangat mempengaruhi biaya produksi media. Saat mendesain ligi dan kemasan produk usaha kecil, dua faktir tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan utama. Jika kemasan akan diproduksi dalam jumlah yang sedikit tentu akan lebih efisien mencetak dengan tekhnik sablon, jika jumlah produksi banyak tentu akan lebih efesien dan efektik mencetak dengan mesin cetak besar. Jika menggunakan teknihk sablon jjmlah warna akan mempengaruhi biaya cetak. Karena jumlah warna terkait langsung dengan jjmlah film, svreen dan jumlah tarikan rackle pada media yang akan dibuat. Makjn banyak warnanya makin mahal harganya.

Oleh karena itu sebelum mendesain logi dan kemasan produk kuntitas produksi perlu ditanyakan terlebih dahulu kepada klien.

Kitabdapat saja membuat sebuah desain kemasan dengan satu atau dua warna tanpa meninggalkan unsur artistik. Teorinya mudah saja, jika kita akan mendesain dalam 1 warna maka sebenarnya kita memilkki modal dua warna, satu warnanya lagi adalah warna media cetak. Jika menggunakan artpaper, maka warnanya putih, jika menggunakan kertas craft maka warnanya coklat, jika menggunakan warna bening maka warna tambahannya adalah clear. Selain itu jika kita ingin menghemat biaya cetak dengan menggunakan mesin cetak besar namun menggunakan satu warna, maka kita dapat menggunakan tekhnik degradasi untuk meningkatkan tampilan kemasan kita. Perhatikan vkntoh logo dan kemasa di bawah ini yang tampil sangat menarik walaupun hanya menggjnakan satu warna saja.

Jenis pewarnaan

Ada beberapa tekhnjk oewarnaan. Yaitu warna blog, warna grey dan warna degradasi. Jika kita menggunakan warna merah, warna greynya adalah warna merah agak muda, sedangkan degradasinya sari merah hingga warna dasar media cetak. Perhayikan cintoh desain kemasan dengan satu warna menggunakan teknik pewarnaan blok, blok-grey dan degradasi djbawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar