Banyak rekan yang telah handal mengoperasikan aplikasi pengolah gambar semacam photoshop atau coreldraw, namun masih kesulitan dalam mendesain media komunikasi dengan cepat dan elegan.
Kalau diamat-amati masalah utamanya terletak pada kurang dipahaminya sistematika kerja dalam mendesain media komunikasi. Coba ikuti beberapa langkah berikut ini yang sring saya terapkan di swadesiprinting.net untuk meningkatkan kecepatan kita dalam mendesain media komunikasi.
1. Kumpulkan materi. Langkah pertama adalah mengumpulkan materi didalam kertas kerja Anda. Jika ada materi berupa teks, ketiklah.dan jjka materi tekstual itu sudah ada filenya tinggal di copy dan tempelkan di layar kita. Kumpulkan pula materi lain berupa image seperti logo, foto, background atau ornament yang akan dimasukan ke dalam media.
2. Bagi bidang kerja. Katakanlah kita akan membuat media berupa banner berukuran 5x1 meter. Media seukuran itu adalah bidang kerja kita. Supaya tidak berat buatlah ukuran sepersepuluhnya saja. Jadi ukuran proporsionalnya 50x10 cm. Setelah itu bagi bidang kerja kita menjadi beberapa bagian. Misalnya kita bagi menjadi 3. Satu bagian untuk menempatkan logo penyelenggara kegiatan, satu bagian untuk meletakan headline, satu lagu untuk meletakan subheadline dan keterangan launnya.
Headline? Kayak surat kabar aja! Iya istilah inu sengaja saya buat untuk membantu para designer agar mudah membedakan mana informasi utama, mana informasi tambahan, dan mana keterangan. Yang sering terjadi bagi seirang designer pemula mereka tak busa membedakan mana informasi utama mana yang informasi pendukung. Headline adalah informasi utama dia harus lebih menonjol dari informasi yang lain. Subheadline adalah informasi pendukung. Agar lebih jelas perhatikan contoh berikut ini:
"Ikutilah jalan sehat pemilu jurdil yang diselenggarakan oleh kpu kota pontianak pada hari minggu, 10 februari 2014 bertempat di alun kapuas pontianak. Dapatkan hadiah berupa motor, handphone dan puluhan hadiah menarik lainnya". Nah, jika melihat script informasi diatas, maka yang harus menonjol adalah kegiatannya. Kegiatan ini kita sebut headline. Informasi kedua yang penting adalah waktu dan tempat. Informasi ini disebut subheadline. Seringkali kita terjebak untuk menonjolkan kata-kata 'ikutilah' atau saksikanlah. Dan menekan informasi utama dari media tersebut. Walhasil tampilan media komunukasi menjadi kurang efektif menyampaikan pesan.
3. Penempatan. Setelah bidang gambar terbagi, saatnya meletakan materi yang telah terkumpul tadi. Letakan headline di lokasi yang kita rencanakan.
4. Memperindah. Setelah selesai penempatan, langkah selanjutnya adalah memperindah dan mengatur fokus dan keseimbangan tampilan medua.
Banyak faktor yang dapat kita otak atik untuk memperindah tampilan media, yaitu jenis font, color base, background dan ornament serta tata letak. Anda bisa mengotak atik besar kecil, warna, ketebalan atau kerapatan font. Kita juga bisa memberikan warna dasar baner kita. Mau warna terang, gelap atau degradasi. Colour base ini sebaiknya kita tentukan terlebih dahulu sebelum mengotak atik faktor lainnya. Jangan pikirkan kecerahannya dulu.kasih warna saja. Unsur yang perlu dipertimbangkan dalam pewarnaan media adalah penyelenggara atau sponsor utama kegiatan tersebut. Caranya mudah, lihat saja logonya.warna mana yang lebih menonjol. Gunakan warna itu untuk menentukan warna dasar banner kita. Kemudiaan baru berikan background image bisa abstrak, bisa foto atau degradasi warna. Nah setelah itu baru mengatur font, warnanya, ukurannya, ketebalannya dsb. Setelah itu bolehlah ditambahin ornament. Jika sudah oke semua, lihat lagi tata letaknya, lihat kembali apakah tata letak sudah cukup seimbang, dan cukup efektif menyampaikan pesan? Apakah layout akan diperbaiki lagi? Kalau ingin diperbaiki lakukan perbaikan kecil secukupnya.
5. Check media. Yang terakhir adalah mengecek tampilan media. Kalu ini groping semua desain kita lalu besarkan ukurannya secara propoesional dengan ukuran sesunggunya. Baca kembali informasi yang asa salam banner satu persatu secara teliti. Jangan sampai asa satupun huruf atau angka yang salah. Check dan croaschecklah hingga kita yakin. Nah kalau sudah yakin check kembali ukuran font yang kita gunakan. Ukuran font terkecil yang dapat dibaca oleh publik pada jarak 10 meter adalah 24pt. Kalau kita ingin dapat terbaca pada jarak yang lebih jauh lagi silahkan besarkan kembali tapi jangan sampai mengganggu headline dan tata letak media.
Setelah itu lihat kembali hasil desain kita apakah sudah enak dipandang, apakah sudah rapi, apakah sudah fokus, dana apakah terlihat eye catching. Jika sudah berarti kerjaan kita selesai susah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar