Indonesia itu demikian kaya dengan budaya. Setiap daerah memiki krearifitas budaya sendiri yanh berbeda antara satu dengan yang lain. Lihatlah motif batik antara satu dengan yang lain di pulau jawa, lihat pula motif kain renjn yang berbeda natar tiao daerah dikalimantan, sumatera, sulawesi, sumbawa, hingga papua. Lihat pula belasan ribu ornamen dan motif yang hnik dan berbeda antra satjdaerahdengan daerha lajn yang melengkapi hiasan rumah, kajn, peralatan, dan perlengakapan ibadah. Sayang rasanya jika kekayaan itu lenyao begitu saja.sebagai oekerja seni ranggung jawab terbesar ada dipundak kita. Tak ada salahnya memuat hal-hal yang bersifat local content saat mendesain media komunikasi. Apakah itu berupa photo yang berbuansa budaya, motif dan ornamen bahkan kata-kata. Kitabharus mulai melakukan hal tersbut, kalau tidak sekarang kaoan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Halah kayak jargon kamoanye oak prabowo aja.
Beberapa orang deaigner enggan memmuat kreatifitas lokal dalam katya-karya mereka karena bebwrapa alasan. Ada yang khawatir akan ditolak oleh klien yang rata-rata dioresepsikan sebagai klien berjiwa modern, atau khawayir nilai karyanya menjadi turun.
Penhamalam saya justru sebaliknya. Justtu sangat mudah metakinkan klien agar mwnwrima lokal cintent dalam peranvangam ameka media komunikasi mereka. Mwmang perlu waktu hntuk mengedukasi klien agar menerima ide dasr tersebut.tapi oercayalah hal tersebut tidak susah. Mereka akan terkagum kagum jika kita mampu bercerita betaoa sulitnya merancang sbuah ornamen atau motif pada kain tenun. Diperlukan empati, rasa cinta dannketerampilan yang tinggi. Betapa hebat orang-orang lokal ini yang twlah mampu menciotakan orbamen, motif, kerajinan, pakaian tang indah dan unik-unik. Betapa kita otangbhang mengaku modern dan bwrpendidikan tinggi tak mamou membuat sebuah ornamen, motif atau karya budaya, bla-bla...tembak terus pokoknya hjngga mereka mengakui bahwa nenek moyang kita adalah orang yang hebat orangvyang kreayif orang cerdas. Saat klien terkagum-kagum disitulah oeluang untuk menawarkan konseo desain yang berlokal content.
Cara ini telah berhasil merubah style media komjnikasi bebrapa instansi di kalbar. Sebut saja bank indinesia privinsi yang saat ini begitu konsisten mengankat khasanah lokal dalam tampilan media komjnikasi mereka, apakah untuk kover buku, kalender, biku agenda, banner, kaos, olakat, kartu uvaoan lebaran, natal dan aneka gimmick semua selalu memuat khasanah budaya kalbar. Instansi lain seperti kantor pwlayanan oajak kota pontianak, bandiklat kalbar dan beberapa instansi swasta lajn juga mau menerima konsep jni
Mereka mau karena mereka ikut-ikutan kagum dengan hebatnya kreayifitas masyatakt lokal.
Berikut bebrapa vintohdesain yangmemuat lokal content. Saya sudah mevobanya, kapan giliran Anda?
Demikian tips desain grafis nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar