Billboard dan kartu nama adalah dua jenis media yang berbeda.namun cara mendesainnya kurang lebih sama saja. Yang membedakan adalah ukuran dan fungsinya saja. Oleh karena itu jika kita bisa mendesain kartunama maka tak akan susah mendesain bilboard.
Perbedaan
Sebelum kita sampai pada tekhnis mendesain, kita perlu memahami terlebih dahulu perbedaan kartunama dengan billboard. Dari segi fungsi, kartunama berfungsi untuk mengenalkan nama kita dan nama perusahaan serta produk kita dalam sebuah media yang memungkinkan dibaca dalam waktu yang lama serta dapat disimpan dengan mudah.Sedangkan billboard berfungsi untuk mengenalkan atau menyampaikan pesan tentang brand atau produk pada khalayak dalam waktu yang singkat serta dengan menggunakan media reklame yang dipasang di luar.
Kartunama adalah media yang diproduksi menggunakan mesin cetak diatas media kertas atau plastik yang berukuran kecil. Sedangkan billboard dicetak diatas bahan vinyl dengan ukuran yang sangat besar. Ukuran standar kartunama maksimal 5 x10 cm. Sedankan billboard ada yang berukuran 3x6, 4x6, 4x8, 5x10, 6x12, 8 x 16, bahkan ada yang berukuran 10 x 20 meter.
Nah perbedaan yang signifikan adalah rentang waktu membaca pesannya. Sebuah kartunama memiliki waktu yang lama untuk kita amati. Sedangkan untuk billboard kita tak punya waktu yang lama. Paling lama kita melihat billboard itu sekitar 10 detik, itupun saat kita berhenti di lampu merah di perempatan jalan. Kalau billboar itu dipasang dipunggir jalan, paling banter kita dapat melihatnya dalam waktu 3-5 detik saja. Karena waktu untuk melihat yang demikian singkat sebuah billboard tak pernah memuat banyak materi. Biasanya hanya sebuah gambar dan sebuah kalimat yang terdiri dari 2-4 kata saja. Waktu yang demikian singkat juga mengakibatkan para designer media billboard mengatur pewarnaan yang kontras serta membuat fokus pesan yang sangat tajam. Coba perhatikan billboard amild atau billboard operator seluler, tak banyak materi yang dimuat didalamnya, tara warnanyapun sangat kontras agar mudah dilihat dan dibaca oleh khalayak.
Perhatikan tekhnik pewarnanaan antara kartu nama dan billboard di bawah ini. Amati pula jumlah teks yang terkandung di dalamnya. Banyakan mana?
Oke tiba saatnya praktek. Praktek pertama adalah membuat kartu nama.Seperti biasa. Langkah pertama adalah mengumpulkan materi, teks, image, ornament, logo. Setelah itu buat bidang. Untuk kartu nama pake ukuran sesungguhnya saja karena ukurannya kecil. Lalu buat layoutnya, bagi bidangnya mana yang headline, mana yang subheadline, mana informasi tambahan. Terus letakan materinya berurutan dari headline, subheadline dstnya. Setelah oke kasih background. Kemudian atur fontnya, pilih font untuk headline, subheadline dan informasi tambahan. Kasih warna yang eye catching. Atur fokus dan keseimbangannya. Jadi deh... untuk desain kartunama ada beberapa tips:
1. Untuk kartunama yang dicetak menggunakan printer, font terkecil yang bisa dilihat mata adalah 6pt. Kalau menggunakan teknik sablon font terkecil 8pt.
2. Antara background dan teks tak masalah jika tidak terlalu kontras karena pemirsa punya waktu yang lebih panjang untuk melihat atau mengamati. Tapi jika teks informasi tambahan yang menggunakan font kecil misalnya untuk alamat dan nomor hp gunakanlah background yang kontras dengan font.
Oke sekrang kita lanjutkan untuk mendesain billboard. Ikuti langkah-langkah seperti ketika kita mendesain kartu nama. Bedanya, untuk billboard materinya tak bileh banyak. Lalu informasi dan image tak boleh menyebar, harus fokus pada satu titik. Misalnya ada materi seperti ini:
Maka langkahnya adalah:
Nah begini jadinya
Kreasilainya bisa saja seperti di bawah ini.
Oke begitu dulu tipsnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar