Rabu, 28 Mei 2014

Mendesain poster

Kharakter poster itu hampir sama dengan billboard. Hanya poster dapat menampung infirmasi lebih banyak karena kesempatan khalayak melihat poster lebih panjang ketimbang melihat billboard. Jika melihat billboard hanya hitungan 3-10 detik, maka poster lebih panjang dari itu. Bahkan jika penempatan poster di dalam ruangan, maka akan banyak orang yang rela membaca semua informasi yang dimuat oleh poster. Terlebih jika desain poster mampu menarik perhatian.

Kharakter poster
Sebelum kita bahas bagaimana mendesain sebuah poster ada baiknya kita pelajari terlebih dahulu kharakter poater sebagai media promosi dan komunikasi. Poster adalah salah satu media cetak indoor yang bertujuan menyampaikan informasi kepada khalayak. Ia tidak seperti fkyer dan brosur yang peruntukannya bersifat persinak. Satu flyer atau brosur untuk satu irang. Sedangkan satu poster dapat diperuntukan untuk sekelompok orang. Poster biasanya ditempel di tempat umum. Di papan pengumuman, di dinding dan tembok gedung atau pasar, di pos ronda, di ruang tunggu rumah sakit, hotel atau kampus. Adakalanya juga poster ditempel di ruang outdoor seperti ditembok gedung pinggir jalan dengan ukuran yang lebih beaar dan ditempel secara berderet-deret. Contohnya adalah seperti poater promosi rokok yang seringkali membuat kota tampak kumuh.
Poster adalah media yang statis, dia tidak bergerak seperti flyer atau brosur. Media yang digunakan biasanya kertas atau plastik atau kanvas dengan ukuran A3, A2,A1 atau bahkan A0. Karena terbuat dari kertas, biasanya media poster tak bisa bertahan lama. Paling hanya 1-2 bulan saja.
Tujuan pembuatan poster mavam-macam. Busa sebagai reminder sebuah produk, bisa sebagai kamoanye pengenalan produk, bisa sebagai pengembangan image atau citra, bisa pula untuk menhampaikan informasi tentang event atau program tertentu.
Berikut contoh macam-macam poster dengan aneka tujuannya.

Poster cukup efektif dalam menyampaikan pesan khususnya pada kelompok atau segmet yang spesifik. Biaya priduksinya tergantung dengan tekhnik cetak dan kuantitasnya. Ia bisa dicetak menggunakan printerbjnkjet ukuran A3, menggunakan sablon, atau menggunakan mesin offset dengan satu atau dua warna atau fullcolour.
Karena sifatnya untuk komunikasi massa, maka infirmasi yang divantumkan dipoater tak boleh terlalu banyak dibandingkan brosur atau flyer. Informasi dan oesan yang ingin disampaikan harua fokus dan to the point.

Cara mendesain
Seperti biasa sebelum kita mendesain kita perlu mengetahui terlebih dahulu tujuan klien membuat poster. Ingin sekedar meremainder sebuah produk atau sebuah event atau menjelaskan suatu produk atau event tertentu. Taruhlah kita akan membuat sebuah pister untuk mengajak masyarakat menyaksikan sebuah event. Maka kita perlu mengumpulkan semua informasi tentang event tersebut, nama eventnya, waktu dan tempatnya, daya tarik utamanya apa, siapa oenyelenggaranya dan berbagai informasi tekhnis lainnya. Kumpulkan semua bahan dalam aplikasi pengolah gambar. Untuk desain poster aplikasi oengolah vektor akan jauh lebih unggul dibandingkan menggunakan aplikasi pengolah gambar seperti photoshop.
Setelah itu buatlah bidang gambar seukuran kertas yang akan dicerak. Sebaiknya mwnggubakan ukuran sesungguhnyabsaja. Setelah itu bagi bidang kerja anda dalam beberapa bidang misalnya untuk bidang vertikal dibagi 4 dan bidang horizontal dibagi 3. Bidang yang diaediakan untuk informasi utama harusblebih besar daripada bidang lainnya. Lalu letakan berturut-turut mulai dari informasi utamanya (headline), informasi penduking (subheadline) dan informasi tekhnis lainnya. Letakan juga logonpenyelenggra ditemoat khusus, terpisah dari logo sponsor. Jkka ada banyak sponsor kjmpulkan logo sponsor itu dalam satu bidang. Nah setelah penempatan, aturlah layoutnya. Rerserah kita akan menggunakan layout apa, bisa rata tengah, rata kiri, rata kanan, justisfy atau campuran.  Jika kita ingin menggunakan layout campiran, pisahkan setiap layout yang berbeda dengan bidang biar poater tampak lebih rapi. Setelah itu kreasikan tampilan untuk infirmasi utamanya dengan mengatur pewarnaan, besar, dan image tertentu yang sifatnya bisa menarik perhatian. Seringkali sebuah event sudah ada brandnya. Jika sudah ada beandnya tinggal letakan saja pada posisi yang paling menonjol. Setelah selesai, pindahlah pada subheadlinenya, atur lagi, besar kecil dan jenia font serta layoutnya, demkkian seteruanya. Setelah itu beri warna dasar laku atur pewarnaan informasi inti dan informasi tambahannya. Jika sudah selesai cari bavkground image yang keren atau tambahkan ornament yang memperkuat daya tarik poster.
Dan terakhir periksa kembali tampilan poster Anda perbaiki fokus dan keseimbangan poster. Periksa pula apakah masih ada hueuf yang salah ketik atau informasi yang salah.  Selesai dah..

Saat mendesain poster yang perlu diperhatikan adalah colour base tampilan poster. Colour base adalah warna latar dan warna dominan yang harus ditonjolkan. Hal jni bisa dilihat sari khaakter logo oenyelenggara atau sponsor utama.
Dalam hal pemilihan font sebaiknya kita tak usah memilih font yang sulit dibaca.khatakter huruf yang tegas lebih disaeankan. Hindari oila penggunaan font lebih dari 4 jenis. Penggunaan jenia font yang terlalu banhak hanha akan membuat tampilan poster menjadi kurang rapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar