Rabu, 28 Mei 2014

Mendesain web

Sebenarnya saya bukanlah seorang webdeveloper. Namjn karena keperluan unternal perushaan akhirnya sayapun belajar membuatdesain web.
Menurut saya desain sebuah web tak ubahnya seperti mendesain sebuah poster. Besanya setiap hnsur pada web bisa dikaiykan dengan infirmasi lain. Kira sapat mendesain tombol-tkmbil itu lalu bisa terhubung dengan informasi dalam web kita atau terhubjng dengan web diluar web kita. Laku ada daftar menu web yang berisi steukur web. Struktur injdapat di mjnculkan dapar pula disembjnyikan.
Unsur-unsurnya yangnperlu didesain hampir sama saatnkita mendesain majalah atau poster.
1. Header. Header adalah sbuah baner yang selalu akan mjncil disetiap halaman web. Pada bagian jnj biasanya dicantumkan nama web atau nama oerushaan. Sapat pula divantunkan produk atau jasa yang dibuat serta alamat perushaan. Rekhnik mendesajnnya hampir sama dengan cara mendesajn banner atau spanduk.
2. Menu. Menu web dapat dilerakan pasa bagian atas, pasa bagian bawah, sampjng kiri atau samping kanan. Menu juga sapat dimjnculkan pasa halaman muka. Buasanya susunan menu terdiri dari teks arau dapatpula dalam bentuk shortcut yang didesain secara khusus.
3. Shortcut. Mendesain shirtcut dapat dilakukan untuk.meningkatkan daya tarok pengunjung untuk meng klik ljnk yang kita tempelkan pasa shortcut rersebut. Shirtcut jni dapat dibuat menggunakan corel draw atau photoship.
4. Content. Konrent adalahbisidari web. Biasanya menggunakan huruf yang lebih kecil san konreas agar enak dibava.

Ada beberpa tips dalam mendesajn tampilan web
1. Membuat layout tampilan web. Biasanya rampilan web rerdiri dari 1-4 kolom. Kita sapat memilih jjmlah kolom untuk memudahkan kita salam menegelompokan isi web. Masing masing kolkm dapat difunsikan sendiri sendiri. Ada kolkm yang dikhusuakan hntik memasang baeang yag akan djjjal, asa kolom yang berisi arikel, asa kolom hang berisi lkmk, ada kolom yang berisi dasiltas oenujnagbseperti visiyor counter atau fasilitas sovial media.
2. Penggjnaan fomt. Gunakan font yangsapat dibaca denhan jelas. Menggjnakan kebuh dari 4 jenis font akan membuat web terlakj ramai. Buatlah stansar font unuk jenis dan ukuran bagi headline shbheadljne dan kontent. Untjk font conten gunakan warna yang kintras dengan back grojnd sehingga mjdah dibaca.
3. Gambar dan shorcut. Untjk gambar jangan upload gambar berikuran oixel yang besar karena gambar berukuran beaar akan membuat akses pasa web kita menjadi lebih lemot. Untuk sjirtcut model-model defradasi dan 3 djmensj dapat direrapkan untik mempercanyik tampilan web. Dapat pula dibuatdengan anjmasi.

4. Pewarnaan. Pewarnaan pada sebuah web dapat dilakajkan denhan warna hanv senada atau bahkan warna-warna kinteas yang mencolok.

Perbaikilah web ansa sehjngga betul betul raoj dan membuat lenghnjjng berah mengjnjjni web kita.

Mendesain media komjnikasi caleg

Pemilu 2014 saya tak rerlalu sibuk melayani beanding dan desajn media komhnikasi valeg. Sayankurang bersemangat karena paea caleg sering bermasalah dengan pembayaran media komhnikasi. Pasa saat oemilu 2009 ada piutang tak terragih puluhan juta rupiah dari caleg nakal.

Walauoun demkkjan saya masih mengalokasikan waktu untuk mendesaikan mesiankomjnikasi beberapa teman dekat. Konsep desainnya sederhana saja bahwa pemilu saat ini memilih nama, bikan partai. Oleb karena itu nama harus lebih.meninjol dibandjnhkan yang laknnya. Nama adalaj headlinenya. Tak semua orang percaya.denham konsep ini. Tapi sayapun enggan menjadikannya bahan persebaran. Klu diyanya saja batu akan saya jawab aoa basis teorinya.kalau tidak ya udah. Saya tak punya kepentingan dengan politik.

Nah, koseo dasar komjnikasinya asalah menhenalkan nama dan oemilik nama. Maka oada tajao awal saya membuat bradn mark nama sang vakeg, lalu mengambil foto yang relevan denvan kejnikan sang vakeg. Dalam oroaes oembuata media rahao awal, brand mark hatus menempati fokus yang menyatudenhan foto. Oasa tahao selanjuynya cukuo nama saja. Ini dia beberapa valeg yang menggjnakan konsep komjnjkasi itu. Sebagian memproduksinya secara massif sevagian lagi tak mau mengghnakannya. Masalah aoakah kinsep komjnjkasi jni efektif dilapanhan saya beljm oernah mengujinya.

Mendesain maskot

Yang dimaksud denga maskot adalah sebuah benda bisa hewan atau tumbuhan yang unik yang didesain sedemikian rupa sehingga menyerupai sosok manusia. Perhatikan vkntoh-contoh maskot dibawah ini:

Nah, pasa suatu ketika saya menawarkan diri hntuk.mendesain brand oariwisata kabioaren kubu raya. Mulai sari brandnamenya, beand mark, tagline hinggga desain maskotnya. Tawaran itu saya berikan free tanoa biaya sepeserpun. Ini memang kerjaan yang ljmayan berat karena hatus melalui riset yang cukup luas tenrnag kharakter dan keunikan saeeah sebagai saerah tujuan wisata, lalau menhanalisis dtw seruoa salam satu provinsi dan membuat analisa tentnag trend mjnat wisata wisatawan lokal, wisatawan nusantra dan wisatawan mancanegara. Bersyukurlah saya karena pada tahun sebeljnya saya rerlinat dalam pendokumentasian porensi pariwisata kubh raya sehinggabsaya memiki sumber jnformasi yang banyak.

Sayapun membuat sbuah script keunggulan destinasi di kabupaten kubu raya. Seperi jni:

Dari script ini dimulailah plproses desain brand, tagline dan peranvanham maskot.

Alhamdulillah tak beberapa lama akhirnya desajn itu diterima dan diterapkan sebagai brand resmi jntuk promosi dtw kabupaten kubu raya. Walaupun tidak di sk kan namjn, minimal kabupaten kuburaya menjadi dtw satu sayjnya dikalbar yang memilki brand dtw ragline dan masot yang dirancanh melalui metode yang sistemayik dan ilmiahm masalah apakah akan dipake secara berkelanjtan, yaa wallahualam bissawab.

Desain dan Tata letak Teks

Sebagai seorang designer grafis seringkali kita berhasapan dengan seorang klien yang meminta agar teks yang oanjang dimuat semua di sebuah media komunikasi yang sempit. Katakanlah sebuah background. Jalau tak pandai, tampilan media akan rampak berantakan dan oeaanpum taka akan sampai. Perhatikan materi sebuah baner seminar berikut ini;

Nah loh bagaimana cara kita menempatkan semua mareri itu di sebuah media berukuran 1x5?

Oke perhatikanlah materi teks tersebut. Baner itu adalah baner untuk kepentingan seminar sehari. Oleh karena itu bwraryi headlinenya adalah seminar sehari. Laku ada tema yang panjang. Tema ini asalaj subheadline yang bisa kita buat lebih kecil dari headline. Lalu ada daftar pembicara yang banyak. Daftr pembicara tentu tak bisa kita temoaykan secara terpisah-pisah. Beratti harus ada tempat tersendiri. Lalu ada space yang diaediakan untuk menemoatkan logo sponsor. Tentu tempatnya jugabtak boleh menyebar harus ada ruang tersendiri.

Agar tak banyak buang waktu maka langkah oerrama asalah mengetik semua materi tekstual tersebut pasa kerras kerja, juga materi berupa loginoenuelenggara san logo sponsorship. Lerakannjuga gambar yang relevan jntuk dijadikan background. Setelah buat bidang media lalu bagi medianha salam 5 bidang. Untuk headljne, subbheadline, pameteri, sponsorship dan waktu penyelenggaraan. Setelah bidang terbagi letakan semua materi sesuai dengan peruntukannha. Serelah rapi kasih bavkground dan ayur pewarnaan teksnya. Lalu rapikan lauoutnya. Jadi deh....

Hal yang perlh diperhayikan jika menemjkan kasus seperti ininasalah cara mememnggal kata. Pemenggalan kata iti penting jntuk memperbaiki oenampilan media. Iika rata leraknya menngugjnakan eata kiri maka bentjk reks semkin kebawah semakin panjang. Jkka mengghnakan rata tengah bisa saja salam bentuk piramid terbalik, atau poligon. Jika susah mengaturnya besarkan sebuah kelompok kata agar rampak lebib rapi. Begitu caranya. Mudahkan?

Berkreasi dengan Foto

Dalam dunia desain foto memiliki daya trik dan kekuatan yang sangat kuat. Sayangnyabkarena ketidakpahaman kita sering merusak tampilan foto tersebut dengan penemopatan teks yang kurang tepat. Perhatikan media komunikasi di bawah ini.

Lihatlah foto yang indah akhirnya kehilangan daya tariknya karena ditimpan oleh  teks dengan ukuran font yang besar dan menonjol. Mestinya foto yang memilki penghatar pesan yang kuat itu tak usah diganggu dengan menemoatkan teks secara serampangan. Mestinya teks bisa ditempatkan di tempat tersendiri tanpa merusak keindahan foto. Caranya ya dengan mencari bidang kosong dan menempatkan teks di bidang tersebut. Rak harus besar yang penting dapat dibaca. Nah coba bandingkan dengan tata desain seperti di bawah ini. Lebih nyaman bukan memlihatnya?

Mendesain kaos olah raga kreatif

Kaos olah raga juga bisa diberikan sentuhan etnik. Saya pernah menawarkan kknsep ini kepada perushaan united tractor yang memesan kaos berkerah hntuk keperluan event gathering. Syukurnya konsep sentuhan nuansa budaya lokal dapat diterima oleh pengambil keputusan saat itu.
Konsep dasarnyabadalah menajkan motif etnik pada kaos gathering. Agar mudah berkreasi dan efisien pada proses produksi saya menawarkan proses sablon oada kaos tersebut. Tawaran ini diterima. Dengan tekhnik sablon saya bisa bebas berkreasi pada bentuk dan besaran gambar dan pewarnaan tanpa efek yang terlalu besar pada production costnya. Kalau pake bordir kita akan sempit dalam berkreasi. Tambah warna tambah cost, tambah besar tambah cost, beda lokasi beda lagi costnya. Memang tekhnik sablon akan lebih efisien.
Tantangan pertama adalah dimana saya hatus meletakan gambar biar tak terlalu ramai. Lalu ada logo UT yang harus dicantumkan pula.
Nah akhirnya saha pisahkan sayan letakan logo ut pada bagian dada dan pjnggung. Sedanhkan gambar motif saya letakan berjejer di bagian pinggang. Hasilnya cukup memuaskan klient. Ini hasil kreasinya.

Memperbaiki tampilan majalah

Tampilan majalah-majal yang dibuat oleh pemerintah daerah biasanya jauh dari kesan kreatif. Dan dibuat tanpa standar visual sehingga tak memilki tampilan yang konsisten. Nah, bebeeapa waktu yang lalau saya menawarkan diri untuk memperbaiki tampilan visual dan membuat standar tampilan visual untuk majalah resmi pemerintah kota. Walaupun dengan budget dan waktu yang mepet tapi saya terap bersemangat memperbaiki tampilan visual majalah yang berjumlah 40 halaman itu. Apa yang saya lakukan ini mungkjn tidak sempurna kaeena krerbatasan kreatigitas yang saya miliki, namjn langkah ini sapat diterapka oleh teman-teman untuk mengefektifkan dan mengefiaienkan waktu dalam mendesain sebuab majalah. Berikut langkah yang saya lakukan.
1. Membuat brand mark majalah yang baru. Nama majalahnga adalah wartakota. Pasa awalnnya warrakota hnaya ditulis dalam font stansar. Saya buaykan dengan sedikit senuthan etnis dan memperbaiki rata letak logo pemilik majalh menjadi satu kesatuan denhan beandmark majalah.
2. Membuat stand visual kover majalah. Kover majalah asalah halaman yang pertama kali dilihat oleh lembaca.jadi hatus dibuat menarik dan berkharakter. Saya membuat kover dengan membagi bidang kover menjadi beberapa bagian. Untuk menempatkan nama majalah, menemoatkan foto dan berita headline, menemoatkan berita dan foto subheadline dan ada bisang yang dialokasikan jntuk memuat visi lemerintah kota.
3. Halaman belakang saya oerbaiki pula denhan membuat stansar pewarnaan yang senada dengan kover.
4. Memperbaiki oenampilan daftar isi dan pengantar redaksi.
5. Membuat stansarisiasi tampilan visual isi. Menvakup memperbaki header dan footer halaman majalah.memperbakki tata lerak judul, foto dan teks, memilih font untuk headline, subheadline dan konten. Membuat standar background isi.

6. Nah tak sampai 3 hari majalah itu akhirnya sdh jadi dan berhasil terjaga kknsistensnya salam 3 kali penerbitan.

Serelah itu rekan saya pindah kantor. Dan seperti biasa yang terjadi di kantor poemwrinrahan, ganti orang sama dengan ganti kebijakan. Tak taulah saya kelanjutan nasib majalah itu sekarang.

Mendesain Kemasan dengan Teknik ATM

Beberapa kali saya diundang untuk mengisi pelatihan tentang merancang kemasan oleh disperidag provinsi kalbar maupun dinas pariwisata dan industri kreatif di kalbar. Ada keraguan apakah para peserta yang sebagian besar sangat awan dengan dunia desain grafis akan mampu menyerap materi yang saya sampaikan.
Keraguan saya benar adanya bahwa ternyata sebaguan peserta tak busa menyerap dengan baik materi yang saya sampaikan. Masalahnya lebuh besar karena materi yang saya sampaikan terlalu tekhnis sehingga susah diaplikasikan. Dan kenyataannya tak ada kemajuan berarti dari tampilan kemasan mereka. Masih saja brandnya tertutup dengan besarnya image atau tagline. Masih saja masalah layout dan pewarnaan saljng tabeak san saling sikut.
Akhurnya saya menciba menyampaikan materi yang simple yaitu meniru model ATM ala Purdi Chandra, amati-tiru-modifikasi.

Tekhnik ini lebih mudah direrimaoleh peserta. Saya mengembangkan step by step tekhnik ATM untuk membantu membenahi desain kemasan produk mereka. Saya sampaikan oada mereka bahwa bangsa China di Rrc juga tak memiliki kemampuan yang hebat dalam bidang ranvang grafis kemasan. Kemasan mereka bagus-bagus karena hasil duplikasi. Jika mereka vusa menduplikasi mestinya kita juga bisa, ujar saya meyakinkan.

Nah tekhnik atm dapat diteraokan dalam mendesain kemasan dengan beberapa langkah sebagai berikut:
1. Cari kemasan kompetitor atau kemasan produk sejenis via inrernet atau majalah. Lalu llu amati kemasan tersebut.amati bagaimana mereka mendesain brandnya, amati tagline nya, amati cara mereka memberikan warna pada brand dan kemasanya, amati pula bagaimana layaoutnya, font yang digunakan untuk tagline pada kover kemasan. Amati pula labeling yang biasa di tempatkan oada bagian belakang. Amati apa saja hang perlu dicantunkan, jenis, warna dan besaran font serta cara mereka meletakan informasi.
2. Setelah diamati di tiru saja. Plek. Caranya dengan menghambar ulang desajn kemasan itu. Jika tak bisa sendiri minta bantuan seorang yang busa mengiperasikan aplikasi oengolah vektor.
3. Modifikasi. Sekarang rubah brandnamnenya, termasuk bentuk, ukuran dan warna font yang dighnakan untuk brand. Rubah pula tahlgnenya, warna dasar kemasannya, ganti image yang serupa rapi tak sama. Modigikasi juga pada bagian belakang kemasan itu pada bagian kabeljngnya.ganti dengan informasi produk anda. Dan ceng-ceng, kemasan baru anda sudah jadi.

Saya menvintohkan tekhnik modifikasi yang sederhana lewat bedah grafis kemasan sambal terasi abc seperti dibawah ini. Before dan afternya.

Nah tekhnik ATM jni dapat juga diterapkan hntuk mendesain aneka media kominikasinya, atm kan spanduknya, standing bannernya, posternya, iklannya, dsb.

Tekhnik atm juga sangat efekti diterapkan hika Anda tidak pjnya waktu yang panjang dalam mendesain logo, kemasan, media promosi lainnya. Hal ini begitu mudah. Terlebih sdh ada teknologi internet. Tinggal cari di google, di unduh, lalau terapkan teknik ATM. Ditanggung proses desain dapat dilakuakn secepat kilat. Kikat tapi enak dipandang. Bukan kita tapi berantakan.

Nuansa etnik dalam media komunikasi

Indonesia itu demikian kaya dengan budaya. Setiap daerah memiki krearifitas budaya sendiri yanh berbeda antara satu dengan yang lain. Lihatlah motif batik antara satu dengan yang lain di pulau jawa, lihat pula motif kain renjn yang berbeda natar tiao daerah dikalimantan, sumatera, sulawesi, sumbawa, hingga papua. Lihat pula belasan ribu ornamen dan motif yang hnik dan berbeda antra satjdaerahdengan daerha lajn yang melengkapi hiasan rumah, kajn, peralatan, dan perlengakapan ibadah. Sayang rasanya jika kekayaan itu lenyao begitu saja.sebagai oekerja seni ranggung jawab terbesar ada dipundak kita. Tak ada salahnya memuat hal-hal yang bersifat local content saat mendesain media komunikasi. Apakah itu berupa photo yang berbuansa budaya, motif dan ornamen bahkan kata-kata. Kitabharus mulai melakukan hal tersbut, kalau tidak sekarang kaoan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Halah kayak jargon kamoanye oak prabowo aja.

Beberapa orang deaigner enggan memmuat kreatifitas lokal dalam katya-karya mereka karena bebwrapa alasan. Ada yang khawatir akan ditolak oleh klien yang rata-rata dioresepsikan sebagai klien berjiwa modern, atau khawayir nilai karyanya menjadi turun.

Penhamalam saya justru sebaliknya. Justtu sangat mudah metakinkan klien agar mwnwrima lokal cintent dalam peranvangam ameka media komunikasi mereka. Mwmang perlu waktu hntuk mengedukasi klien agar menerima ide dasr tersebut.tapi oercayalah hal tersebut tidak susah. Mereka akan terkagum kagum jika kita mampu bercerita betaoa sulitnya merancang sbuah ornamen atau motif pada kain tenun. Diperlukan empati, rasa cinta dannketerampilan yang tinggi. Betapa hebat orang-orang lokal ini yang twlah mampu menciotakan orbamen, motif, kerajinan, pakaian tang indah dan unik-unik. Betapa kita otangbhang mengaku modern dan bwrpendidikan tinggi tak mamou membuat sebuah ornamen, motif atau karya budaya, bla-bla...tembak terus pokoknya hjngga mereka mengakui bahwa nenek moyang kita adalah orang yang hebat orangvyang kreayif orang cerdas. Saat klien terkagum-kagum disitulah oeluang untuk menawarkan konseo desain yang berlokal content.
Cara ini telah berhasil merubah style media komjnikasi bebrapa instansi di kalbar. Sebut saja bank indinesia privinsi yang saat ini begitu konsisten mengankat khasanah lokal dalam tampilan media komjnikasi mereka, apakah untuk kover buku, kalender, biku agenda, banner, kaos, olakat, kartu uvaoan lebaran, natal dan aneka gimmick semua selalu memuat khasanah budaya kalbar. Instansi lain seperti kantor pwlayanan oajak kota pontianak, bandiklat kalbar dan beberapa instansi swasta lajn juga mau menerima konsep jni
Mereka mau karena mereka ikut-ikutan kagum dengan hebatnya kreayifitas masyatakt lokal.

Berikut bebrapa vintohdesain yangmemuat lokal content. Saya sudah mevobanya, kapan giliran Anda?

Demikian tips desain grafis nya

Mendesain personal brand

Demkrasi langsung di Indonesia telah memunculkan tradisi baru dalam komunikasi politik. Jika dulu kita hanya disuguhi oleh logo dan nkmor partai sekarang ini ada pula logo tokoh politik. Baik yang ingin mecalonkan diri sebagai calon anghota legislatif, calon presiden, valon gubernur atau calon bupati. Lihatlah logo-logo tokoh politik dibawah ini.

Era personal brand semakin populer saat pemilihan presiden secara langsung. Dengan SBY sebagai trens setternya. Saat itu nama personal letjend.soesilo bambang yudhouono dirasakan terlalu panjang sehingga sulit dilagalkan oleh publik. Maka dibuatlah brand name baru yang berasal dari akrinim nama oanjangnya yaitu SBY. Hanya tiga kata. Tak cukup hanya disitu karena dianggap dapat dipromosikan secara terpadudenhan partai maka dibuatlah lohobyang menyerupai style logo partai penguajnhnya, partai demokrat. Desain logo itu berbarengan pula dengan tagljne yang sangat popiler saat itu, bersama kita bisa. Komhnikasi dan kampanye itu terbilang sangat sukses, sehingga nama SBY begitu populer. Dari kakek-kakek hingga anak anak bisa menyebutkan dan mengingat namanya dengan baik. Demkian pula denga slogan bersama kita bisa nya. Peraonal branding, komunikasi yang gencar dan cerdas serta strategi penegmebngan dan oenjagaan citra yang sangat ketat berhasil mengantarkan presiden SBY mejabat presiden ri selama dua periode.

Selain SBY ada juga walikota solo yang bernama lengkao joko widodo. Di solo joko widodo merebranding namanya menjadi JOkowi. Singakatan juga tapi bukan akronim. Brandname baru itu dipertahankan hingga saat ia memasarkan diri menjadi calon gubernur DKI. Proses branding jokowi juga terbilang unik, ia dicitrakan sebagai pemimpin yang meeakyat dan berlenampilan apa adanya. Baju kotak-kotak asalah salah satu cara untuk memperkuat citra tersebut. Walhasil nama jokowi dengan baju korak-kotaknya menjadi sangat populer pada saat itu. Untuk.menjanhkau segment pemilih rasional timnya membrandjng pula slogan kamlanye nya dengan tagline jakartabaru. Rahline itu dibuat logonya sedemjkian rupa sehingga mudah menempel dalam memory publik.

Lalu bagaimana sebenarnya proaea keeatif dalam merancang brand name san beand mark untuk personal?

Proses kreatifnya tak jauh beda dengan merancang logo perushaan atau logo produk. Yang membedakan adalah personal brand harus diinspirasi dari kharakter unik subyek. Misalnya kharakter unik yang paling menonjol dibandinhkan dengan kompetitor asalah berwibawa, maka kesan elegan menjadi inspirasi utama dalam proses desain.  Dan sebelumnya perlu diterapkan pula brand name atau nama penyebutan populer untuk personal yang aka  dibranding. Selajn sby dan jokowi asa juga istilah JK yang menjadi brandname baru jusuf kala.
Sebelum lwnwnruan brand name dan brand mark sudah baeang rentu diperlukan sebua riset. Tujuan riset asalah untuk menentukan differensiasi dan positioning personal. Ersonal yang akan di branding hatua memilkki cirra yang berbeda dengan   tokoh lainnya atau kompetitor. Hal ini perlu digali dari khaeakrer pribadi personal dan lingkjngan nya. Riset tentnag kharakter kompetitor tenru saja perlu dilakukan secara seksama pula. Perlu juga diriset tenrnag kharakrer segemt masyarakat yang akan disasar. Karena bicara tenrang persinal beanding di indonesia tentu kharakter keindonesiaan atau khatakter kedaerahan yang unik dapat menjadi sumber inspirasi. Nah jika telah ditetapkan penyebutannya dan relah diremjkan kharakrer unik maka prose mendesain logo baru bisa dilakjkan. Seperti biasa hal uni dilakjakn dengan cara mendesain benruk terlebih dahulu, mempertimbanhkan pula apakah oerku digabhngkan dengan jmage atau hanya huruf saja. Setelah itu baulah pewarnaan. Banhak tokoh politik yang memilih warna tak jauh sari warna dominan partai pengusungnya. Hal ini dilakukan selain sebagai identifikasi juga bertujuan mempertahankan loyalitas basis pasar utama.
Desain personal beranding dapat beraifat temporary artinya hanya digunakan pada saat memntum pemilihan saja. Namun untuk penyebutan biasanya akan berrahan dalam jangka waktu yang lama. Brand name sby san jokowi masih bertahan hingga sekarang walauoun logo kedua tokoh ini berubah sesuai dengan momwntum politik hang dihadapi. Namun di amerika serikat brandname digunakan oleh senator dalam jangka waktu yang lama karena para senator memiliki keaemoatan yang sama jntuk menvalonkan diri sebagai presiden. Biasanya logo personalnya akan retap digunakan saat momentum politik juga bwrubahm. Demkkian tips desain grafia kali ini.

Mendesain logo event

Event-event dunia biasanya selalu dilengkapi dengan logo event. Lihatlah event java jive, logo piala dhnia, logo olimpiade, logo kompetisi NBA atau logo event pertarungan bebas UFC yang sedang ngetrend. Semua event terabut memiliki logo yang diranvamg secara khusus lalu dipopilerkan kepada khalayak.
Tujuannya tak lain adalah mengkomjnkkasi oenyelenggaraan event dengan cara yang efektif.

Kalau kita perhatikan ligo event tersebut ada yang bersifat tetap ada pila yang selalu berganti dalam setiap penyelenggaraan event. Logo event nba, ufc dan java jive adalah logo event yang bersifat tetap. Sedang logo untuk penyelenggaraan event olahraga antar bangsa biasa. Logo event yang bersifat tetap biasanya diselenggarakan oleh organisasi yang tetap. Penyelenggara yang bergantian seperti perhelatan olahraga antar bangsa biasanya menggunakan ligo yang berbeda-beda disetiap event yang diselenggarakan. Perhatikan ligo olimpiade dan logo piala dunia dari setiap periode berikut ini.
Style pewarnaan dan tampilan logo biasanga menyesuaikan dengan kharakter event yang diselenggarakan. Untuk event-event ilahraga gaya penamoilan biasanya bersifat sporty dengan warna-warna yang cerah. Lihatlah logo event nba dan olahraga anrar bangsa dibawah ini. Berapa warna yang digunakan?

Sedangkan event-event musik dan budaya biasanya mengikuti kharakter eventnya. Kharakter Logo event rock berbeda dengan kharakter logo event musik reggae atau jazz. Event muaik rock yang punya banyak aliran juga memiliki khatakter logo yang berbeda antara satu aliran dan aliran kain. Perhatiakn contoh logo event musik berikut ini.

Nah begitulah sebuah logo dicioatakan untuk mengkomjnikasikan dan mempromosikan event yang diaelenggarakan. Lalu bagaimana cara mendesainnya?
Untuk membuat sebuah logo event kita memerlukan riset untuk memperkaya proses kreatif. Semakin detail riset semakin kaya proses kreatifnya. Informasi informasi yang perlu kita kumpilkan adalah tenrang nama event, jenis tujuan pelaksanaan event, oenyelenggara, frekuensi penywlwnggaraan aoakah temporary atau event tetap, peserta event, dsb. Kita perlu pula melakjkan studi komparatif tentang event-event sejenis di lokasi yang sama arau di lokasi yang berbeda. Perlu juga mempelajari kaharakter budaya setempat, nilai-nilai yang dianut, benda-benda yang yang tak terdaoat didaerah lain serta hak-hal unik lainnya. Setelah itu kita baru bisa mendesajn sebuah logo. Proaes lembuatannya hampir sama denban pembuatan logo perushaan. Hanya biasanya sebuah logo event dilengkapi pula dengan waktu dan temoat ownywlwnggaraan event yang melekat pada logo rersebut. Perhatikan logi event di bawah ini.

Mulai dengan menuliskan nama event. Lalu buatlah bentuk logonya serta gabungkan nama ebwnt teraebut dengan bentuk logo yang telah dirancang. Komunikasikan bentuk tersebut kwpada klien. Setelah itu Beri pewarnaan sesuai dengan kharakter event dan kharakter penywlwnggara. Buaylah dalam beberapa akternatif dan buatkan alasan untuk masing masjng pewarnaan kepada klien.. setelah selesai coba kecilkan logo amati apakah logo masih dapat dilihag dengan jelas. Jika ada teks pada logo oerhatikan apabila huruf teksnya 6 pt sebesar apa logi tersebut. Jika tak masib terlalu besar kecilkan lagi. Begitu caranya.

Mendesain poster

Kharakter poster itu hampir sama dengan billboard. Hanya poster dapat menampung infirmasi lebih banyak karena kesempatan khalayak melihat poster lebih panjang ketimbang melihat billboard. Jika melihat billboard hanya hitungan 3-10 detik, maka poster lebih panjang dari itu. Bahkan jika penempatan poster di dalam ruangan, maka akan banyak orang yang rela membaca semua informasi yang dimuat oleh poster. Terlebih jika desain poster mampu menarik perhatian.

Kharakter poster
Sebelum kita bahas bagaimana mendesain sebuah poster ada baiknya kita pelajari terlebih dahulu kharakter poater sebagai media promosi dan komunikasi. Poster adalah salah satu media cetak indoor yang bertujuan menyampaikan informasi kepada khalayak. Ia tidak seperti fkyer dan brosur yang peruntukannya bersifat persinak. Satu flyer atau brosur untuk satu irang. Sedangkan satu poster dapat diperuntukan untuk sekelompok orang. Poster biasanya ditempel di tempat umum. Di papan pengumuman, di dinding dan tembok gedung atau pasar, di pos ronda, di ruang tunggu rumah sakit, hotel atau kampus. Adakalanya juga poster ditempel di ruang outdoor seperti ditembok gedung pinggir jalan dengan ukuran yang lebih beaar dan ditempel secara berderet-deret. Contohnya adalah seperti poater promosi rokok yang seringkali membuat kota tampak kumuh.
Poster adalah media yang statis, dia tidak bergerak seperti flyer atau brosur. Media yang digunakan biasanya kertas atau plastik atau kanvas dengan ukuran A3, A2,A1 atau bahkan A0. Karena terbuat dari kertas, biasanya media poster tak bisa bertahan lama. Paling hanya 1-2 bulan saja.
Tujuan pembuatan poster mavam-macam. Busa sebagai reminder sebuah produk, bisa sebagai kamoanye pengenalan produk, bisa sebagai pengembangan image atau citra, bisa pula untuk menhampaikan informasi tentang event atau program tertentu.
Berikut contoh macam-macam poster dengan aneka tujuannya.

Poster cukup efektif dalam menyampaikan pesan khususnya pada kelompok atau segmet yang spesifik. Biaya priduksinya tergantung dengan tekhnik cetak dan kuantitasnya. Ia bisa dicetak menggunakan printerbjnkjet ukuran A3, menggunakan sablon, atau menggunakan mesin offset dengan satu atau dua warna atau fullcolour.
Karena sifatnya untuk komunikasi massa, maka infirmasi yang divantumkan dipoater tak boleh terlalu banyak dibandingkan brosur atau flyer. Informasi dan oesan yang ingin disampaikan harua fokus dan to the point.

Cara mendesain
Seperti biasa sebelum kita mendesain kita perlu mengetahui terlebih dahulu tujuan klien membuat poster. Ingin sekedar meremainder sebuah produk atau sebuah event atau menjelaskan suatu produk atau event tertentu. Taruhlah kita akan membuat sebuah pister untuk mengajak masyarakat menyaksikan sebuah event. Maka kita perlu mengumpulkan semua informasi tentang event tersebut, nama eventnya, waktu dan tempatnya, daya tarik utamanya apa, siapa oenyelenggaranya dan berbagai informasi tekhnis lainnya. Kumpulkan semua bahan dalam aplikasi pengolah gambar. Untuk desain poster aplikasi oengolah vektor akan jauh lebih unggul dibandingkan menggunakan aplikasi pengolah gambar seperti photoshop.
Setelah itu buatlah bidang gambar seukuran kertas yang akan dicerak. Sebaiknya mwnggubakan ukuran sesungguhnyabsaja. Setelah itu bagi bidang kerja anda dalam beberapa bidang misalnya untuk bidang vertikal dibagi 4 dan bidang horizontal dibagi 3. Bidang yang diaediakan untuk informasi utama harusblebih besar daripada bidang lainnya. Lalu letakan berturut-turut mulai dari informasi utamanya (headline), informasi penduking (subheadline) dan informasi tekhnis lainnya. Letakan juga logonpenyelenggra ditemoat khusus, terpisah dari logo sponsor. Jkka ada banyak sponsor kjmpulkan logo sponsor itu dalam satu bidang. Nah setelah penempatan, aturlah layoutnya. Rerserah kita akan menggunakan layout apa, bisa rata tengah, rata kiri, rata kanan, justisfy atau campuran.  Jika kita ingin menggunakan layout campiran, pisahkan setiap layout yang berbeda dengan bidang biar poater tampak lebih rapi. Setelah itu kreasikan tampilan untuk infirmasi utamanya dengan mengatur pewarnaan, besar, dan image tertentu yang sifatnya bisa menarik perhatian. Seringkali sebuah event sudah ada brandnya. Jika sudah ada beandnya tinggal letakan saja pada posisi yang paling menonjol. Setelah selesai, pindahlah pada subheadlinenya, atur lagi, besar kecil dan jenia font serta layoutnya, demkkian seteruanya. Setelah itu beri warna dasar laku atur pewarnaan informasi inti dan informasi tambahannya. Jika sudah selesai cari bavkground image yang keren atau tambahkan ornament yang memperkuat daya tarik poster.
Dan terakhir periksa kembali tampilan poster Anda perbaiki fokus dan keseimbangan poster. Periksa pula apakah masih ada hueuf yang salah ketik atau informasi yang salah.  Selesai dah..

Saat mendesain poster yang perlu diperhatikan adalah colour base tampilan poster. Colour base adalah warna latar dan warna dominan yang harus ditonjolkan. Hal jni bisa dilihat sari khaakter logo oenyelenggara atau sponsor utama.
Dalam hal pemilihan font sebaiknya kita tak usah memilih font yang sulit dibaca.khatakter huruf yang tegas lebih disaeankan. Hindari oila penggunaan font lebih dari 4 jenis. Penggunaan jenia font yang terlalu banhak hanha akan membuat tampilan poster menjadi kurang rapi.

Bahan kemasan dan teknik pewarnaan

Dalam dunia cetak mencetak kuantitas produksi dan warna sangat mempengaruhi biaya produksi media. Saat mendesain ligi dan kemasan produk usaha kecil, dua faktir tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan utama. Jika kemasan akan diproduksi dalam jumlah yang sedikit tentu akan lebih efisien mencetak dengan tekhnik sablon, jika jumlah produksi banyak tentu akan lebih efesien dan efektik mencetak dengan mesin cetak besar. Jika menggunakan teknihk sablon jjmlah warna akan mempengaruhi biaya cetak. Karena jumlah warna terkait langsung dengan jjmlah film, svreen dan jumlah tarikan rackle pada media yang akan dibuat. Makjn banyak warnanya makin mahal harganya.

Oleh karena itu sebelum mendesain logi dan kemasan produk kuntitas produksi perlu ditanyakan terlebih dahulu kepada klien.

Kitabdapat saja membuat sebuah desain kemasan dengan satu atau dua warna tanpa meninggalkan unsur artistik. Teorinya mudah saja, jika kita akan mendesain dalam 1 warna maka sebenarnya kita memilkki modal dua warna, satu warnanya lagi adalah warna media cetak. Jika menggunakan artpaper, maka warnanya putih, jika menggunakan kertas craft maka warnanya coklat, jika menggunakan warna bening maka warna tambahannya adalah clear. Selain itu jika kita ingin menghemat biaya cetak dengan menggunakan mesin cetak besar namun menggunakan satu warna, maka kita dapat menggunakan tekhnik degradasi untuk meningkatkan tampilan kemasan kita. Perhatikan vkntoh logo dan kemasa di bawah ini yang tampil sangat menarik walaupun hanya menggjnakan satu warna saja.

Jenis pewarnaan

Ada beberapa tekhnjk oewarnaan. Yaitu warna blog, warna grey dan warna degradasi. Jika kita menggunakan warna merah, warna greynya adalah warna merah agak muda, sedangkan degradasinya sari merah hingga warna dasar media cetak. Perhayikan cintoh desain kemasan dengan satu warna menggunakan teknik pewarnaan blok, blok-grey dan degradasi djbawah ini.

Mendesain logo produk dan logo perusahaan

Sebuah brand harus memilki beberapa unsur, ada namanya yang terdiri dari huruf dan atau angka, ada logonya yang dapat berbentuk sebuah lambang, text yang berbentuk khusus, serta warna dari unsur-unsur itu.

Nah, logo biasanya diperlukan sebagai brand organisasi/ perusahaan. Ada pula brand untuk sebuah produk. Pertanyaannya apa beda antara logo produk dan logo perushaan? Lalu bagaimana cara mendesain logo untuk kedua hal tersebut?

Logo perusahaan
Logo perusahaan berbeda dengan logo produk. Logo perushaan biasanya mengandumg idealisme sang pendiri perusahaan. Kalau mau dipresentasekan sebuah logo perushaan mengandung 80% nilai filosofis dan 20% nilai-nilai yang diorientasikan bagi publik atau pasar. Logo garuda indonesia yang berbentuk kepala dan sayap burung garuda misalnya mengandung nilai filosofis keindonesiaan yang membanggakan. Warna biru dan hijaunya mengesankan profesionalitas dan ketangguhan diudara. Hal ini mempertegas nama perushaan itu, garida indonesia airways (GIA). Demikian juga logo perusahaan Bank BNI yang berupa huruf 1946 berbentuk kotak dan huruf BNI, lebih banyak mencermjnkan nilai filosofis sebagai perusahaan perbankan yang tangguh karena telah berdiri demjkian lama serta profesional dalam pelayanan. Kalau kita perhatikan nama perusahaan banyak yang berbeda dengan nama brand. Nama perushaan garuda indonesia adalah PT. garuda indonesia airways. nama brandnya Garuda Indonesia. Bentuk logonya kepala garuda bersayap. Sedangkan nama perushaan Bank BNI adalah PT. Bank Negara Indonesia. Namun nama brandnya adalah BNI tanpa "bank" sedangkan logonya adalah paduan antara bentuk 1946 dan huruf BNI dengan font khusus.

Ileh karena itu sebelum kita membuat brand perusahaan pertanyaan yang harus kita jawab dulu adalah, nama lengkap perusahaan dan nama sebutan perusahaan. Misalnya nama Perusahaan PT. Prima jaya utama. Apakah akan disebut pju, priju atau prima jaya. Atau tetap dipanggil nama lengkapnya saja. Lalu apakah kita ingin membuat logo berbentuk huruf, gambar, atau kombinasi keduanya. Hal ini harus ditentukan terlebih dahulu sebelum kita memulai membuat logo perusahaan. Hal-hal yang juga perlu diketahui adalah sejarah berdirinya perushaan, misi inti perusahaan, visi, nilai-nilai yang dianut perushaan atau para pendiri, produk yang dihasilkan serta sasaran pasar yang ingin dijangkau oleh perusahaan. Selain itu kita juga perlu mengamati dan menganalisis perushaan competitor untuk membuat differensiasi yang jelas. Seluruh informasi itu adalah informasi dasar yang menjadi sumber inspirasi untuk mendesain sebuah logo.

Baiklah semisal ada sebuah perushaan dengan sumber informasi sebagai berikut:

Maka alternatif desain logonya bisa sebagai berikut:

Lalu apa saja kreasi yang dapat dilakukan untuk mendesain logo selajn bentuk, huruf atau anhka?

1. Warna. Warna logo dapat dibuat satu, dua, tiga bahkan banyak warna seperti logo windows. Logo yang banyak warna biasanya diterapkan untuk perusahaan-perushaan berbasis teknologi jnformas. Sedangkan perusahaan-perushaan konvensional lebih sering menggunakan 2 hingga 3 warna saja. Misalnya coca-cola dengan huruf warna merah dan background warna putih, kfc dengan warna warna merah dominan, putih dan biru. Jumlah warna yang sedikit akan mengefisienkan biaya pengadaan media komunikasi.
2. Layout. Ada logo yang dibuat dengan susunan antara gambar dan nama dengan tata rata tengah seperti logo ....ada pula yang rata kiri seperti logo, rata kanan seperti logo...serta rata kiri dan kanan seperti brand BNI.

3. Ukuran. Sebuah logo yang baik ia akan tampak jelas apabila dikecilkan dalam ukuran media komunikasi terkecil. Katakanlah media komunikasi terkecil adalah pulpen. Ukurannya maksimal lebar 0,5 cm dengan panjang antara 1-2 cm. Nah logo yang baik dapat dilihat dengan jelas dengan ukuran sekecil itu. Cobalah kecilkan logo coca-cola, garudabindonesia, bni, kita masih dapat melihatnya dengan jelas bukan? Tapi cobalah kecilkan logo pemerintah daerah, atau perguruan tinggi negeri atau swasta, kita akan sulit membaca melihat detail logo itu jika dicetak dalam ukuran sekecil itu. Bahkan dalam ukuran yang agak dibisarkan kita masih akan sulit membedakan satu logo dengan logo lainnya apabila logo-logo itu dijejerkan.
Ada beberapa tips saat kita mendesain logo.
1. Abaikan pewarnaan, fokus ke bentuk. Saat kita mendesain logo perusahaan seringkali kita sibuk menggonta-ganti warna logo yang sedang kita buat. Padahal tahap yang paljng penting dalam mendesain logo adalah mendesain bentuk. Oleh karena itu sebaiknya pada saat mendesain, fokus dulu pada bentuk. Setelah bentuk jadi dan di acc oleh client barulah memberikan warna.
2. Jangan lupa kode warna dan jenis font. Ketika desain logo sudah diacc, catat betul kode warna dalam komposisi cmyk maupun rgb.kode warna ini penting untuk membuat warna logo menjadi warna yang baku. Demikian pula dengan jenis font. Seringkali kali kita lupa mencatat jenis font. Celakanya saat mendesain logo tersebut fontnya sudah diotak-atik proporsinya dan sudah diconvert menjadi image vektor, dan ketika kita membuat ulang logo teraebut kitapun kesulitan mencari font yang serupa. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah besar, karena selama masih ada desain vektor, maka misi pembuatan logo akan selamat. Kita hanya perlu waktu sedikit lebih banyak untuk memperbaikinya.
3. Pengajuan bertahap. Saat mengajukan alternatif logo kepada klien lakukanlah secara bertahap. Pertama memberikan alternatif penyebutan nama, setelah diacc, buatkan bentuknya dalam beberapa bentuk, jika telah diacc, beri warna dan ajukan beberapa alrernatif pewarnaan. Setelah ada satu tang terpilih barulah kita perbaiki satu logo itu dengan mengakomodir saran dari client. Dan terakhir cibalah logo yang telah disepakati dengan menempatkannya dalam berbagai media kecil seperti letterhead, amplop, namecard, atau gimmick. Setelah oke, sajikan makna filosifisnya.

MERANCANG LOGI PRODUK

Proses merancang logo produk agak berbeda dengan merancang logo perusahaan. Kita harus lebih banyak mengamati faktor eksternal seperti sasaran pasar dan produk kompetitor. Tak banyak nilai filosofis yang harus kita pelajari terlebih dahulu saat mendesajn logo produk yang perlh dipelajari adalah pasar sukanya seperti apa, dan produk kompetitor seperti apa. Nah tugas kita adalah membuat sebuah logo yang dapat mengakomodir kepentingan calon konsumen dan memiliki perbedaan yang jelas dengan produk kompetitor.
Lalu sebelum merancang logo kita juga perlu mencari informasi terlebuh dahulu apakah customer sudah menyiapkan kemasan untuk produknya. Jika sudah, maka bentuk kemasan akan menjadi salah satu sumber inspirasi dalam proses mendesain logo. Jika beljm, maka kita perlu menanyakan apakah kemasan yang akan digunakan sama dengan kemasan yang digunakan oleh kompetitor. Jika sama atau kurang levih sama, maka kita harus memiliki kemasan itu di atas meja kerja kita. Amati kemasan itu lalu buatlah logo dan penampilan yang berbeda dari yang dimiliki oleh kompetitor.

Lalu sebelum mendesain logo dan kemasan perly juga ditanyakan kepada klien apakah logo dan kemasa yang akan dirancang menyerupai penampilan produk dan kemasan kkmpetitor atau dibuat yang sama sekali berbeda. Hal ini penting karena banyak pengusaha yang menginginkan tamoilan produknya menyamai produk kompetitor. Namun ada pula pengusaha yang idealis yang tak mau sedikitpun memiliki kesamaan dengan produk kompetitor. Dengan informasi ini diharapkan proses perancangan akan berjalan lebih efektif.

Nah untuk mendesain sebuah logo yang telah memiliki kemasan, maka kita perlu memahami terlebih dahulu  bagian mana yang akan dijadikan kover atau bagian muka. Seberapa besar bidang yang tersedia pada bagian muka kemasan tersebut. Hal ini perlu dilakukan khususnya untuk kemasan yang berbentuk silender seperti botol kecap, botol selai, atau gelas plastik. Karena luas bidang kemasan tidak sama dengan luas bidang pandangan. Hal ini tentu akan mepengaruhi besar kecil dan posisi peletakan logo yang akan kita buat.

Setelah informasi memadai prises perancangan logo dapat kita mulai. Langkahnya sama buat bidang terlebih dahulu, lalu ketikan nama brandnya lalu aturlah bentuknya sedemikian rupa sehingga dapat dilihat dengan jelas. Jika akan menambahkan image, maka image tersebut harus diletakan menyatu dengan nama produk. Jika tak ada image oada brand tersebut maka aturlah agar jenis font dan bentuknya berbeda dengan teks-teks lainnya yang akan dimunculkan di dalam kemasan. Kalau bingung perhatikan dua logo di bawah ini. Satu logo hanya berupa teks dengan bentuk khusus, satu lagi berbentuk logo dengan image yang spesifik. Perhatikanlah bahwa pada logo yang ada imagenya, teks tampak lebih menonjol dibandingkan imagenya. Ingat abaikan oewarnaan dulu bekerjalah dalam pewarnaan hitamputih terlebih dahulu. Setelah bentuk logo jadi, ajukan pada klient beberapa alternatif. Minta ia memilih. Setelah ada yang dipilih barulah  kita atur pewarnaannya. Buatlah beberapa alternatif dan ajukan kembali. Setelah terpilih, jadikan logo tersebut sebagai inspirasi utama dalam mendesain tampilan bagian muka kemasan.
Dalam proses mendesain logo produk, antara tampilan logo dan tampilan kemasan adalah dua hal yang tak boleh dipisahkan.keduanya adalah satu kesatuan.
Oleh karena itu jika logo yang kita rancang memilki image, misalnya kopi kapal api dengan image kapal apinya, kopi cap obor dengan gambar obornya, maka berhati-hatilah saat membuat image untuk kemasan. Image yang ada pada kemasan gak boleh mengganggu brandmark atau logo yang kita letakan pada kemasan.

Tagline pada logo dan kemasan

Seringkali para pengusaha memjnta ada tagline pada logo dan kemasannya. Tagline adalah slogan yang berfhngsi jntuk menjelaskan produk baik menjelaskan keunggulamnya atau menjelaskan perbedaannya dengan produk kompetitor. Tagline sebaiknya tak lebih dari empat kata. Makin sedikit makin bagus, makin unik paduan katanya makin bagus pula. Seorang designer yang baik harus memahami pula tata cara membuat slogan. Jika kita kesulitan dalam merumuskan slogan, tanyakan keunggulan produk tersebut kepd klien kita dan minta pula ia menjelaskan perbedaan produk yang ia produksi dibandingkan produk kompetitor. Nah dengan demikian kita bisa membuat tema sebagai batasan informasi. Misalnya temanya obat herbal yang berkhasiat, tak mengandung bahan kimia, manjur dan ranoa efek samping. Tagline nya dapat saja seperti ini: pasti manjur, manjur jur. Andalan keluarga, sehat berkhasiat, dsb.

Saat meletakan tahline jangan sampai tahline itu mengganggu tampakan logo. Loho harus tetap menonjol dan tagline tetap harus harus dapat dilihat setelah logo. Logo dan tagline adalah satu kesatuan. Perhatian penempatan logo dan tagljne pada kemasan produk-produk dunia berikut ini.

Nah jika logo dan bidang telah dibuat, cobalah membuat dummies kemasannya. Lakukan oengamatan dan setelag itu ajukan pada klient anda, berikan penjelasan apa perbedaannya dengan produk kompetitor.

Uji coba juga menempatkan logo serta tagline pada media komunikasi terkecil. Jika tagline tak terbaca, mjnimal logo produk harus dapat dibaca dengan jelas.

Dalam mendesainlogo produk dan kemasan, warna adalah salah satu hnsur yang teramat penting. Smber inspirasi pewarnaan bisa kita dapatkan dari beberapa hal seperti warna jenis makanan, sasaran pasar dari produk yang kita buat apakah hntuk anak-anak, remaja, dewasa atau paruh baya, untuk konsumen yang berjiwa sporty, profesional, petani atau nelayan. Sumber inspirasi pewarnaan dapat pula datang dari produk kompetitor atau produk produk sejenis yang ada diluar negeri.

Background, teks dan image

Saya sering melihat sebuah media komunikasi, baik itu media cetak maupun media outdoor didesain tanpa mempertimbangkan keefektifan sampainya pesan. Lihatlah desain sebuah baner untuk background seminar dibawah ini:

Ada banyak persoalan dalam media tersebut. Antara background,image, teks, saling tindih saling mengganggu. Background yang dibuat dari gambar hutan menghilangkan nuansa hutannya karena ditimpa oleh teks dengan ukuran menyolok. Lalu logo penyelenggara juga tak tampak jelas.padahal tentu kegiatan ini dilakukan untuk mempromosikan organisasi yang mengusung isu lingkungan ini.

Lalu bagaimana cara mendesain yang benar. Oke, mudah saja pisahkan background dengan image yang harus diletakan untuk memperkuat kesan dan pesan. Langkahnya sama seperti biasa. Setelah materi terkumpul dan bidang gambar dibuat, tentukan headlinenya, subheadline dan informasi tambahannya. Setelah itu letakan headline pada tempat yang paling menonjol, diikuti subheadline dan informasi tambahan. Lalu tempatkan image penguat pesan pada bidang sisa. Setelah tertata dengan baik kasih background, lalu atur pewarnaan font dan imagenya. Besarkan dalam ukuran sesungguhnya lalu periksa ukuran font, tata letak, fokus, keseimbangan dan keindahanya.

Ada beberpa catatan untuk mendesain sebuah banner untuk keperluam backdrop acara:
1. Dalam hal pewarnaan backdrop tidak perlu terlalu kontras antara background dengan pesan utama, karena pemirsa memiliki waktu yang lama dalam melihat media.
2. Saat memilih warna selain memperhatikan kharakter logo penyelenggara utama, perhatikan pula pencahayaan lokasi penyelenggaraan kegiatan. Jika gedung kurang cahaya hindari warna-warna yang terlalu gelap.
3. Jadikan nama dan tema kegiatan sebagai fokus utama yang harus ditonjolkan. Ingat, menonjol itu tidak hatus berarti lebih besar.

Desain billboard dan kartu nana

Billboard dan kartu nama adalah dua jenis media yang berbeda.namun cara mendesainnya kurang lebih sama saja. Yang membedakan adalah ukuran dan fungsinya saja. Oleh karena itu jika kita bisa mendesain kartunama maka tak akan susah mendesain bilboard.
Perbedaan
Sebelum kita sampai pada tekhnis mendesain, kita perlu memahami terlebih dahulu perbedaan kartunama dengan billboard. Dari segi fungsi, kartunama berfungsi untuk mengenalkan nama kita dan nama perusahaan serta produk kita dalam sebuah media yang memungkinkan dibaca dalam waktu yang lama serta dapat disimpan dengan mudah.Sedangkan billboard berfungsi untuk mengenalkan atau menyampaikan pesan tentang brand atau produk pada khalayak dalam waktu yang singkat serta dengan menggunakan media reklame yang dipasang di luar.
Kartunama adalah media yang diproduksi menggunakan mesin cetak diatas media kertas atau plastik yang berukuran kecil. Sedangkan billboard dicetak diatas bahan vinyl dengan ukuran yang sangat besar. Ukuran standar kartunama maksimal 5 x10 cm. Sedankan billboard ada yang berukuran 3x6, 4x6, 4x8, 5x10, 6x12, 8 x 16, bahkan ada yang berukuran 10 x 20 meter.
Nah perbedaan yang signifikan adalah rentang waktu membaca pesannya. Sebuah kartunama memiliki waktu yang lama untuk kita amati. Sedangkan untuk billboard kita tak punya waktu yang lama. Paling lama kita melihat billboard itu sekitar 10 detik, itupun saat kita berhenti di lampu merah di perempatan jalan. Kalau billboar itu dipasang dipunggir jalan, paling banter kita dapat melihatnya dalam waktu 3-5 detik saja. Karena waktu untuk melihat yang demikian singkat sebuah billboard tak pernah memuat banyak materi. Biasanya hanya sebuah gambar dan sebuah kalimat yang terdiri dari 2-4 kata saja. Waktu yang demikian singkat juga mengakibatkan para designer media billboard mengatur pewarnaan yang kontras serta membuat fokus pesan yang sangat tajam. Coba perhatikan billboard amild atau billboard operator seluler, tak banyak materi yang dimuat didalamnya, tara warnanyapun sangat kontras agar mudah dilihat dan dibaca oleh khalayak.
Perhatikan tekhnik pewarnanaan antara kartu nama dan billboard di bawah ini. Amati pula jumlah teks yang terkandung di dalamnya. Banyakan mana?
Oke tiba saatnya praktek. Praktek pertama adalah membuat kartu nama.Seperti biasa. Langkah pertama adalah mengumpulkan materi, teks, image, ornament, logo. Setelah itu buat bidang. Untuk kartu nama pake ukuran sesungguhnya saja karena ukurannya kecil. Lalu buat layoutnya, bagi bidangnya mana yang headline, mana yang subheadline, mana informasi tambahan. Terus letakan materinya berurutan dari headline, subheadline dstnya. Setelah oke kasih background. Kemudian atur fontnya, pilih font untuk headline, subheadline dan informasi tambahan. Kasih warna yang eye catching. Atur fokus dan keseimbangannya. Jadi deh... untuk desain kartunama ada beberapa tips:
1. Untuk kartunama yang dicetak menggunakan printer, font terkecil yang bisa dilihat mata adalah 6pt. Kalau menggunakan teknik sablon font terkecil 8pt.
2. Antara background dan teks tak masalah jika tidak terlalu kontras karena pemirsa punya waktu yang lebih panjang untuk melihat atau mengamati. Tapi jika teks informasi tambahan yang menggunakan font kecil misalnya untuk alamat dan nomor hp gunakanlah background yang kontras dengan font.
Oke sekrang kita lanjutkan untuk mendesain billboard. Ikuti langkah-langkah seperti ketika kita mendesain kartu nama. Bedanya, untuk billboard materinya tak bileh banyak. Lalu informasi dan image tak boleh menyebar, harus fokus pada satu titik. Misalnya ada materi seperti ini:
Maka langkahnya adalah:
Nah begini jadinya
Kreasilainya bisa saja seperti di bawah ini.
Oke begitu dulu tipsnya.

Selasa, 27 Mei 2014

Tips graphic design

Banyak rekan yang telah handal mengoperasikan aplikasi pengolah gambar semacam photoshop atau coreldraw, namun masih kesulitan dalam mendesain media komunikasi dengan cepat dan elegan.
Kalau diamat-amati masalah utamanya terletak pada kurang dipahaminya sistematika kerja dalam mendesain media komunikasi. Coba ikuti beberapa langkah berikut ini yang sring saya terapkan di swadesiprinting.net untuk meningkatkan kecepatan kita dalam mendesain media komunikasi.
1. Kumpulkan materi. Langkah pertama adalah mengumpulkan materi didalam kertas kerja Anda. Jika ada materi berupa teks, ketiklah.dan jjka materi tekstual itu sudah ada filenya tinggal di copy dan tempelkan di layar kita. Kumpulkan pula materi lain berupa image seperti logo, foto, background atau ornament yang akan dimasukan ke dalam media.
2. Bagi bidang kerja. Katakanlah kita akan membuat media berupa banner berukuran 5x1 meter. Media seukuran itu adalah bidang kerja kita.  Supaya tidak berat buatlah ukuran sepersepuluhnya saja. Jadi ukuran proporsionalnya 50x10 cm. Setelah itu bagi bidang kerja kita menjadi beberapa bagian. Misalnya kita bagi menjadi 3. Satu bagian untuk menempatkan logo penyelenggara kegiatan, satu bagian untuk meletakan headline, satu lagu untuk meletakan subheadline dan keterangan launnya.
Headline? Kayak surat kabar aja! Iya istilah inu sengaja saya buat untuk membantu para designer agar mudah membedakan mana informasi utama, mana informasi tambahan, dan mana keterangan. Yang sering terjadi bagi seirang designer pemula mereka tak busa membedakan mana informasi utama mana yang informasi pendukung. Headline adalah informasi utama dia harus lebih menonjol dari informasi yang lain. Subheadline adalah informasi pendukung. Agar lebih jelas perhatikan contoh berikut ini:
"Ikutilah jalan sehat pemilu jurdil yang diselenggarakan oleh kpu kota pontianak pada hari minggu, 10 februari 2014 bertempat di alun kapuas pontianak. Dapatkan hadiah berupa motor, handphone dan puluhan hadiah menarik lainnya". Nah, jika melihat script informasi diatas, maka yang harus menonjol adalah kegiatannya. Kegiatan ini kita sebut headline. Informasi kedua yang penting adalah waktu dan tempat. Informasi ini disebut subheadline. Seringkali kita terjebak untuk menonjolkan kata-kata 'ikutilah' atau saksikanlah. Dan menekan informasi utama dari media tersebut. Walhasil tampilan media komunukasi menjadi kurang efektif menyampaikan pesan.
3. Penempatan. Setelah bidang gambar terbagi, saatnya meletakan materi yang telah terkumpul tadi. Letakan headline di lokasi yang kita rencanakan.
4. Memperindah. Setelah selesai penempatan, langkah selanjutnya adalah memperindah dan mengatur fokus dan keseimbangan tampilan medua.
Banyak faktor yang dapat kita otak atik untuk memperindah tampilan media, yaitu jenis font, color base, background dan ornament serta tata letak. Anda bisa mengotak atik besar kecil, warna, ketebalan atau kerapatan font. Kita juga bisa memberikan warna dasar baner kita. Mau warna terang, gelap atau degradasi. Colour base ini sebaiknya kita tentukan terlebih dahulu sebelum mengotak atik faktor lainnya. Jangan pikirkan kecerahannya dulu.kasih warna saja. Unsur yang perlu dipertimbangkan dalam pewarnaan media adalah penyelenggara atau sponsor utama kegiatan tersebut. Caranya mudah, lihat saja logonya.warna mana yang lebih menonjol. Gunakan warna itu untuk menentukan warna dasar banner kita. Kemudiaan baru berikan background image bisa abstrak, bisa foto atau degradasi warna. Nah setelah itu baru mengatur font, warnanya, ukurannya, ketebalannya dsb. Setelah itu bolehlah ditambahin ornament. Jika sudah oke semua, lihat lagi tata letaknya, lihat kembali apakah tata letak sudah cukup seimbang, dan cukup efektif menyampaikan pesan? Apakah layout akan diperbaiki lagi? Kalau  ingin diperbaiki lakukan perbaikan kecil secukupnya.
5. Check media. Yang terakhir adalah  mengecek tampilan media. Kalu ini groping semua desain kita lalu besarkan ukurannya secara propoesional dengan ukuran sesunggunya. Baca kembali informasi yang asa salam banner satu persatu secara teliti. Jangan sampai asa satupun huruf atau angka yang salah. Check dan croaschecklah hingga kita yakin. Nah kalau sudah yakin check kembali ukuran font yang kita gunakan. Ukuran font terkecil yang dapat dibaca oleh publik pada jarak 10 meter adalah 24pt. Kalau kita ingin dapat terbaca pada jarak yang lebih jauh lagi silahkan besarkan kembali tapi jangan sampai mengganggu headline dan tata letak media.
Setelah itu lihat kembali hasil desain kita apakah sudah enak dipandang, apakah sudah rapi, apakah sudah fokus, dana apakah terlihat eye catching. Jika sudah berarti kerjaan kita selesai susah.

Sabtu, 04 Januari 2014

Menjawab Swadesi itu Apa III

Oleh: Beni Sulastiyo/ koordinator Swadesi

Pada tulisan sebelumnya saya sering menyampaikan istilah eksperimentasi gerakan. Apa yang kami maksud dengan ekaperimentasi gerakan, lalu apa saja yang sudah dieksperimentasikan?


Sejak gelombang reformasi mencapai puncaknya, tak ada lagi model pergerakan baru. Semua aktivis pergerakan menyebar kemana-mana. Ada yang merapat ke lingkaran politik elit. Ada yang beraktivitas di NGO, menjadi wartawan/ penulis, akademisi, peneliti, menjadi profesional diinstasi swasta, ada juga yang menjadi pengusaha. Aktivitas mereka lebih bersifat pribadi. Sementara kantong-kantong pergerakan mahasiswa kembali ke tradisi lama yaitu diskusi serta beraktivitas di lembaga intrakampus.

Tak ada lagi yang mampu mendesain sebuah gerakan perubahan yang terorganisir. Semua seakan telah digantikan perannya oleh elit politik partai. Beberapa mantan aktivis berupaya mendorong perubahan lewat issue-issue lokal yang spesifik seperti kerusakan lingkungan, penyerobotan tanah, dan penggusuran PKL. Sayangnya ikatan antara lembaga dan masyarakat tersebut berkarakter sangat cair. Merekapum sering kehabisan energi saat terpaksa membuat issue baru yang selaras dengan program lembaga donor.


Harus ada metode gerakan baru yang dapat menjaga gagasan masa lalu. Ia tak boleh berafiliasi dengan organ politik, tak boleh tergantung dengan lembaga donor baik swasta maupun pemerintah, tak boleh mengangkat issue-issue politik, dan tidak menggunakan aksi massa untuk menyampaikan opininya karena publik sudah membencinya.

Akhirnya digagaslah organ pergerakan yang diberi nama swadesi, serikat wirausahawan muda indonesia pada akhir desember tahun 2010. Namun, perkumpulan itu belum memiliki metode gerakan. Sebagai sebuah gerakan baru, metode gerakan pun mestinya harus baru. Lalu apa? Tak tahulah. Yang jelas kita perlu mencoba. Tidak ada yang tidak boleh, semua boleh. Harapannya adalah supaya muncul ide-ide unik yang selaras dan relevan dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. Tak usah direncanakan harus seperti ini dan seperti itu. Nah kegiatan coba-coba metode gerakan inilah yang kami istilahkan eksperimentasi gerakan.

Eksperimentasi yang dilakukan tak hanya aksi saja tapi prinsip bergerak itu sendiri. Walaupun belum tampak jelas pola gerakannya, namun untuk sementara waktu rel pergerakan mengarah kepada 3 tema yaitu kemandirian, kepedulian, dan semangat berbagi. Metodenya adalah membentuk lembaga bisnis, sosial dan pendidikan dengan tiga tema tadi. Kenapa  hanya 3 tema? Karena hanya tiga tema itu saja yang dilakikan oleh teman-teman selama ini. Yang lainnya ada juga tapi tak terlalu concern.
Berikut beberapa ide dan metode gerakan yang telah dieksperimentasikan.


Pengetahuan menghasilkan materi
Dari berbagai eksperimentasi dan aksi kami meyakini bahwa pengetahuanlah yang menghasilkan materi. Bukan sebaliknya. Artinya kita tak perlu memulai aktivitas bisnis dan sosial dengan materi. Tapi semua harus dimulai dari pengetahuan. Jadi tak ada alasan untuk tidak bergerak jika kita tak memiliki modal awal material seperti alat, uang, atau ruang.
Berdirinya swadesiprinting misalnya bukan karena adanya alat cetak bernilai ratusan juta rupiah, bukan pula karena adanya uang dan ruang. Akan tetapi didirikan karena para pendirinya memilki pengetahuan yang memadai untuk megembangkan bisnis ini, lalu pelopornya yaitu Romadi Haryono, mengajak orang-orang yang memiliki pengetahuan dalam pengelolaan keuangan. Bertemulah kemudian dengan Mirza Moe'in. Lalu keduanya yang memiliki pengetahuan tentang orang-orang yang memiliki uang mencari orang tersebut untuk diajak bergabung. Bertemulah kemudian dengan H.Dedek Muzammil. Lalu mereka bertiga menarik orang-orang berpengetahuan lain khususnya dibidang tekhnis seperti Aria, Tri Angga, Irawan Kusuma. Lalu berjalanlah bisnis ini. Lalu berkembang dan memerlukan penataan sistem dan manajemen sehingga ditariklah penulis untuk membangun sistem pengelolaan bisnis secara profesional. Saat penulis ditarik tak ada negosiasi pembayaran. Yang ada adalah kesepakatan untuk saling membeckup bisnis masing-masing. Lalu bergabunglah bisnis yang saya kelola dalam bidang percetakan, konveksi, clothing, dan desain komunikasi visual ke dalam swadesiprinting. Semakin luaslah peluang dan kesempatan. Lalu bertambahlah alat produksi, permintaan pasar, perputaran uang, dan jumlah tenaga kerja.


Energi Peduli
Awalnya ada kegelisahan sekelompok orang dengan fenomena sering terjadinya musibah kebakaran di Kota Pontianak. Lalu kegelisahan itu dijawab oleh Romadi Haryono dengan ide untuk membuat badan pemadam kebakaran. Tanpa banyak diskusi ia pun membeli pompa air, saya menyumbang motor, kawan-kawan lainnya menyumbang tenaga untuk memodifikasi motor menjadi kendaraan pemadam kebakaran taktis, ada juga yang menyumbang tempat untuk dijadikan posko. Lalu bergabunglah orang-orang yang peduli lalu bertambahlah relawan dan semakin ramailah bantuan saat masyarakat membutuhkan tenaga untuk memadamkan kebakaran. Lalu beranekalah kegiatan dan berdatanganlah bantuan termasuk juga bantuan dari Bank Indonesia Provinsi Kalbar yang menghibahkan mobil pick up nya untuk pemadam kebakaran ini. 2 tahun berjalan saat ini pemadam kebakaran swadesi telah memiliki relawan lebih dari 30 orang lengkap dengan seragam, HT dan aneka peralatan.

Berbagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi juga telah menjadikan beberapa penggiat swadesi menjadi trainer dalam berbagai pelatihan. Baik dalam bidang kewirausahaan, manajemen, kepariwisataan, desain komunikasi visual dan pengembangan UMKM di Kalbar. Saat ini swadesi juga sering menjadi pengajar tamu di beberapa lembaga pendidikan, baik setingkat SMA maupun perguruan tinggi. Teman-teman swadesi juga membantu pemerinta daerah secara gratis untuk membuat brand daerah tujuan wisatanya. Salah satu hasilnya adalah logo dan tagline pariwisata kabupaten Kubu Raya yang digarap oleh penulis, Irawan Kusuma dan Fachrurazi/ Aji.

Kedahsyatan Energi kepedulian akan terus di eksperimentasikan di masa yang akan datang termasuk rencana untuk mendirikan akademi desain grafis, mendirikan sekolah yang muridnya digaji, dan pusat pelatihan keterampilan gratis. Dimana walaupun tak punya dana yang memadai namun rekan-rekan swadesi akan memiliki ruang training centre dengan fasilitas dan luas lokasi yang sangat memadai di kawasan jln H Rais Rahman.


Kemandirian adalah Kekuatan
Meminta adalah kharakter orang yang lemah. Itulah keyakinan swadesi. Jika kita inhin kuat dam semakin kuat, mandirilah! Tegaklah di kaki sendiri. Dengan kemandirian kita akan lebih sibuk mengurusi diri sendiri daripada sibuk mgomongin orang lain. Dengan kemandirian kita akan menjadi pribadi-pribadi yang tak mudah dikuasai dan tak suka menguasai. Dengan kemandirian tak ada yang memberdayakan dan tak ada yang diberdayakan. Semua memiliki kewajiban uang sama untuk membangun eksistensi melalui pengetahuan dan kerja keras. Dengan watak kemandirian itu banyak rekan di swadesi memiliki pengaruh sangat kuat dalam berbagai bidang, baik salam bidang bisnis, sosial kemasyarakatan dan politik. Padahal trend yang digunakan saat ini adalah siapa yang tak mau menjilat maka ia tak akan selamat. Ternyata denhan kemandirian Swadesi tetap selamat dan terus berkembang walaupun tak pernah menjilat.
Bisnis yang dikelola oleh rekan-rekan swadesi, khususnya yang belabelkan "swadesi" dapat berkembang tanpa menjeratkan diri kepada lembaga perbankan. Lebih baik stagnan daripada berkembang melalui modal bank, begitulah kira-kira jargonnya. Pola bisnis melalui sistem kerjasama bagi hasil yang mengedepankan prinsip kesetaraan, kejujuran dan keadilan nyatanya dapat mengembangkan bisnis secara lebih akseleratif ketimbang mengandalkan bank komersial.

Eksperimentasi kemandirian juga diterapkan dalam sistem ketenagakerjaan. Setiap karyawan harus punya keahlian.Keahlian adalah profesi yang menjadikan seseorang bisa hidup mandiri. Mereka yang dilimpahi amanat sebagai manajer, staf manajemen atau kasir adalah wilayah tugas dan mereka berhak mendapatkan kompensasi berupa gaji. Penghasilan mereka akan menjadi tak terbatas apabila mereka mampu dan mau mengembangkan profesi. Tanpa merasa takut gagal dan tak bisa makan, karena urusan makan telah menjadi tanggung jawab penuh perusahaan. Swadesi percaya bahwa modal energi setiap orang untik melakukan hal-hal yang besar di dunia ini adalah sama, yaitu satu piring nasi + lauknya.



Next...
Pengembangan Industri Kreatif
Online promotion
Ekspansi modal Nekad.

Menjawab Swadesi itu Apa II

Oleh: Beni Sulastiyo/ Koordinator Swadesi

Analisis dan kritik terhadap masa lalu selalu menjadi inspirasi bagi desain pergerakan di masa yang akan datang. Gagasan dan semangatnya sudah ada, tapi metodenya seperti apa? Pertanyaan inilah yang harus dijawab. Dijawab bukan sekedar lewat kertas dan meja diakusi. Tapi lewat berbagai aksi dan eksperimentasi.


Nah inilah yang bisa menjelaskan perbedaan apa itu swadesi dan apa itu pemadam kebakaran swadesi borneo, apa itu swadesi dan apa itu swadesiprinting, apa itu swadesi dan apapula swadesifund, swadesi training center dan swadesicraft, Ya, itu.... swadesi itu adalah ide, semangat dan spirit yang lahir dari analisa dan kritik terhadap masa lalu. Yang kemudian dinyalakan lewat pemeliharaan gagasan dalam akal budi sebagian manusia didalamnya, bukan dipelihara lewat kertas, stempel dan proposal kegiatan. 
Sedangkan aneka lembaga tersebut adalah eksperimentasi dan aksi untuk mengimplementasikan gagasan dan semangat swadesi tersebut.


Lalu apa hubungan swadesi dan lembaga-lembaga yang didirikan tersebut? Apakah lembaga tersebut adalah milik swadesi? Apakah aset-aset itu milik swadesi dan apakah para deklarator berhak atas lembaga dan aset-aset lembaga tersebut?

Secara organisatoris tak ada hubungannya antara serikat wirausahawan muda indonesia atau swadesi dengan lembaga-lembaga yang ada tersebut. Karena swadesi adalah sebuah semangat, ia bukan organisasi formal yang memilki struktur formal. Ia juga tak punya legalitas keorganisasian. Swadesi adalah sebuah semangat sebuah spirit dari sekelompok orang. Mereka yang tetap memelihara semangat dan gagasan swadesi tak pernah berhenti bergerak dan bereksperimentasi. Dan mereka yang tak rajin merawatnya memposisikan diri sebagai saksi. Tak ada paksaan untuk mengambil posisi apakah sebagai saksi atai sebagai pelaku. Nah, sebagian orang yang mengambil posisi sebagai pelaku mencoba mematerialisasikan gagasan dan semangatnya tersebut melalui aneka ragam organ. Penandanya adalah kata "swadesi" didepan atau di belakang organ yang didirikan oleh mereka yang mengambil posisi sebagai pelaku. 

Dalam sejarah pergerakan Islam di Nusantara, dapat dianalogikan bahwa swadesi adalah ajaran Islam sedangkan kesultanan yang tersebar di tanah air adalah lembaganya. Tak ada hubungan organisatoris antara Islam dengan kerajaan-kerajaan itu. Karena Islam bukanlah organisasi. Dan tak ada hubungan kepemilikan antara Islam dengan kerjaan-kerajaan itu atau satu kerajaan dengan kerajaan lainnya.

Demikian pula, tak ada hubungan antara swadesi dengan swadesiprinting dan tak ada hubungan struktural antara swadesiprinting dengan pemadam kebakaran swadesi borneo. Masing-masing ada pendirinya dan pengelolanya sendiri, masing-masing ada sultan nya sendiri.

Jika kelak para deklarator yang saat ini mengambil posisi sebagai saksi lalu ingin pula menjadi pelaku dengan mendirikan lembaga bisnis maupun lembaga non bisnis bagaimana? Ya justru itulah yang diharapkan. Semakin banyak yang turut serta menjadi pelaku yang membawa sprit swadesi, maka akan semakin banyak dan luas pula aksi yang dilakukan. Dan jika semakin banyak organisasi, maka akan semakin banyak pula 'sultan-sultan' baru yang melakukan pergerakan yang selaras dengan potensi uniknya sebagai manusia. Tapi tak ada paksaan apapun untuk melakukan sesuatu. Karena kami yakin walaupun kita beraktivitas didalam organisasi yang tak berlabel "swadesi", namun spirit dan semangat swadesi yang anti ketergantungan, yang anti apatis dan anti memperkaya diri sendiri akan selalu hidup dalam keseharian kita.

Menjawab Swadesi itu apa I

Okeh: Beni Sulastiyo/ Koordinator Swadesi


Swadesi itu apa sih? Katanya organisasi pengusaha, kok ada bisnis digital printing juga? Katanya organisasinya para pebisnis, kok ada pemadam kebakaran juga? Lalu apa hubungannya dengan SwadesiFund, SwadesiCraft, Swadesi Training Center? Pertanyaan itu sering diajukan oleh teman-teman yang bertandang ke swadesiprinting atau pada saat berjumpa di forum-forum diskusi. Kalau ditanya seperti itu biasanya saya menjawab singkat, swadesi itu serikat wirausahawan muda yang berjiwa mandiri, peduli dan suka berbagi. Setelah itu saya tak pernah menjelaskan secara detail apa saja yang dilakukan Swadesi.
Saya tak bisa menjawab karena swadesi memang belum pernah menyimpulkan pola gerakan karena lebih tertarik untuk kerjq dan kerja serta bereksperimentasi dalam membangun kemandirian dan kepedulian secara akseleratif.


Hingga suatu ketika ada seorang wartawan sebuah majalah yang mewawancarai saya dengan menanyakan berbagai hal tentang Swadesi secara kritis. Pusing juga menjawabnya. Karena Swadesi tak pernah merancang program, tak pernah rapat, tak punya AD/Art, tak ada alamat tetap, bahkan kop surat dan stempel aja ga ada. Kalau dijaman Soeharto sudah pas kalau disebut OTB, organisasi tanpa bentuk. Dan setelah saya beritahu apa adanya tentang ke OTB an swadesi, justru wartawan majalah itu yang gantian menjadi pusing.

Mereka pusing kenapa tak ada apa-apa tapi punya apa-apa. Mereka bingung ada berbagai organisasi yang berbau swadesi. Ada swadesiprinting yang mengelola aset lumayan besar lengkap dengan lebih dari 20 orang pekerja di dalamnya serta berlokasi di kawasan cukup strategis di pusat Kota Pontianak. Ada Pemadam Kebakaran lengkap dengan mobil, motor, pompa, sekretariat tetap, dan 30-an orang relawannya. Juga ada SwadesiFund dan Swadesi Training Centre dan segudang kegiatan pelatihan dan bantuan sosial.
Jadi Swadesi itu apaan sih? Heheee terus terang saya juga bingung untuk menjelaskannya. Bingung harus mulai dari mana. Tapi karena sudah cukup banyak yang bertanya, saya pikir sudah saatnya memberikan penjelasan.

Dan karena jawabannya akan sangat panjang karena akan meliputi gagasan dan aksi, maka setelah 3 tahun berdiri, sayapun berinisiatif membuat blog ini. Dari blog ini saya harap dapat menjawab pertanyaan tersebut dan mulai mempublikasikan kegiatan swadesi yang tak pernah diungkapkan ke masyarakat.


Swadesi adalah spirit
Walaupun namanya sama dengan gerakan Mahatma Gandhi di India, namun swadesi yang kami deklarasikan di Pontianak 3 tahun yang lalu ini tak ada kaitan dengan organisasi apapun di negerinya Mahatma Gandhi. Bahwa gerakan Mahatma Gandhi yang anti kekerasan, yang hidup sederhana serta berjuang lewat pendidikan massa secara konsisten, telah memberikan inspirasi adalah iya.


Nah, inspirasi kedua tentang Swadesi adalah kegelisahan 33 orang rekan yang merasakan bahwa gerakan reformasi belum mampu membawa perbaikan yang signifikan dalam hal pendistribusian kekayaan nusantara. Kekayaan nusantara masih terakumulasi pada beberapa orang dan beberapa negara neo-imperalis. Sementara para para politisi yang mengelola bangsa ini hidup tak mandiri dan berada di bawah ketiak antek-antek kapitalis dunia. Mereka bergotong royong membangun bangsa ini menjadi bangsa yang tak mampu mandiri, lemah, dan tak hirau dengan keadaan rakyatnya. Sistem demokrasi Indonesia hasil gotong royong pengusaha yang tiba-tiba jadi politisi misalnya, justru membuat institusi politik menjadi lemah. Pemilu yang penuh dengan aksi suap secara massif, politisi senayan yang lebih peduli dengan  lobby-lobby proyek ketimbang memikirkan masa depan bangsa, lembaga penegakan hukum yang sering membiarkan pelanggaran jukim dideapan mata, dan partai politik yang tak pernah hirau dengan kualitas kader partai.
Sementara asosiasi-asosiasi ekonomi/ bisnis yang ada saat ini, sibuk mengurus kepentingan sendiri dan tak pernah peduli dengan masa depan pasukan pengusaha bangsa di masa yang akan datang. Organisasi-organisasi para pengusaha itu bagaikan gedung tinggi yang menjulang tapi sebenarnya reot, keropos dan nyaris roboh. Gerakannya formalis, para pengurusnya hanya sibuk pada saat moment pergantian pengurus saja. Lalu, organ gerakan pemuda dan gerakan mahasiswa juga tak bisa diharaplan. Mereka mati suri. Tak punya issue yang tajam serta bingung mau berbuat apa.


Dalam sejarah pra-Indonesia dan sejarah perintisan kemerdekaan, juatru pengusahalah menjadi pionirnya. Mereka adalah para saudagar yang berimigrasi secara sengaja ke Nusantara lalu mengorganisir diri menjadi sekelompok pengusaha bergagasan yang saling bekerja sama. Dan dalam waktu yang tak terlampau lama para pengusaha yang cerdas dan berani itu bermetamorfosis menjadi institusi politik dalam bentuk kesultanan di berbagai pelosok nusantara. Yang menarik mereka ini bukanlah pengusaha yang pragmatis seperti yang kita jumpai di jaman ini. Mereka adalah pengusaha yang sangat memahami dan menghayati perkembangan sosial budaya. Mereka mampu meng-create peradaban demgam aneka karya budaya bernilai tinggi yang dapat kita saksikan hingga detik ini.


Waktu berlalu, jaman berganti, tantanganpun berubah. Perdagangan global mulai ramai setelah ditemukannya mesin uap. Era kolonialisasipun dimulai. Para pengusaha eropa yang berjiwa pragmatis, ekaploitatif dan tak mau menyatu dengan kearifan budaya lokal mulai membuat ulah. Ambisi penguasaan sumber daya alam mengantarkan mereka menjadi sekelompok pengusaha yang rakus. Mereka berusaha mendominasi perekenomian nusantara. Politik hegemoni pun dijalankan. Para bangsawan kerajaan di nusantara mulai resah. Perlawananpun dilakukan lewat fisik dan lewat budaya. Perlawanan budaya dilakukan dengan mendidik generasi penerus mereka dengan pendidikan yang berkualitas. Hasil dari perlawanan budaya itu menghasilkan generasi pengusaha baru.

Dan begitu dominasi para kapitalis global mulai memunculkan masalah, merekapun mengorganisir diri. Lalu munculah organisasi pengusaha yang cara berpikirnya sudah tak bersekat dalam partisi kesultanan, tapi lebih kepada penyatuan identitas sosial budaya. Singkat cerita terbentuklah organisasi pengusaha yaitu Serikat Islam (1905) yang dikemudian hari turut memicu berdirinya organ-organ kritis lainnya seperti Boedi Oetomo (1908), Serikat Dagang Islam (1911), Muhammadiyah (1912), dsb.

Pada saat mereka berada dalam sebuah dominasi dan hegemoni kekuatan kolonial global yang sangat tangguh, mengapa mereka tidak memilih mendirikan partai politik, lembaga swadaya masyarakat, atau pasukan perang?Mengapa justru sebuah perserikatan pengusaha?


Bisa jadi mereka lebih memilih bergerak melalui organisasi bisnis karena alasan untuk menjaga 
Kemandirian. Bisa jadi pula atas pertimbangan keleluasaan bergerak dan kemampuan untuk memiliki dan mendistribusikan kekayaan secata tak terbatas untuk kemajuan peradaban. Faktor-faktor inilah yang menjadi keunggulan organisasi bisnis dibandingkan organisasi non bisnis.


Analoginya, jika Anda seorang aktivis LSM, lalu memiliki hubungan baik dengan politisi lokal, maka akan terjadi pertentangan batin dalam hati Anda dan lingkungan Andapun akan mengkritisi Anda dengan kejam. Tapi jika Anda adalah seorang pengusaha tentu dilema tersebut tak bakal terjadi. Demikian pula jika Anda adalah seorang penggerak sosial, atau wartawan atau politisi lalu memiliki aset yang banyak, maka aset itu akan menjadi bumerang bagi Anda. Akan banyak orang yang mengaggap apa yang Anda raih adalah sebuah ketidakwajaran. Hal ini tak akan terjadi jika Anda adalah seorang pengusaha.

Oleh karena itu organisasi bisnis adalah pilihan terbaik untuk melakukan kerja-kerja politik tanpa harus menjadi politisi, pilihan yang taktis untuk melakukan kerja-kerja sosial tanpa harus menjadi aktivis sosial, lembaga yang lincah untuk mengembangkan pola dan metode pemecahan masalah tanpa harus menjadi seorang akademisi. Dan oleh karena itu pula, tidak hanya kaum saudagar dari negeri seberang yang lebih memilih organisasi biania dalam merintis pergerakannya,  bahkan kaum imperialis Belanda pun memulai kerja politisnya melalui organisasi dagang yang populer disebut VOC.

Masalahnya saat ini organisasi bisnis mana yang berkesadaran sejarah, mau serta mampu melakukan kerja-kerja jangka panjanh atau bahkan berani melakukan perlawanan budaya seperti yang dilakukan oleh paea bangsawan pra perintis kemerdekaan dan seperti para pengusaha perintis kemerdekaan (SI dan SDI) ? Mungkin ada tapi tak banyak. Tapi bisa jadi juga tak ada, karena hampir semua pengusaha lokal lebih senang bertemu dengan politisi untuk mendiskusikan proyek daripada bertemu dengan para mahasiswa untuk mendiskusikan sejauh mana kemampuan mereka menyerap dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Bersambung....

Hidup dari Kertas



Oleh Beni Sulastiyo

Beberapa hari yang lalu saya terlibat obrolan pendek dengan Mizar Bazarvio di Ruangan Herri Mustamin, salah seorang wakil Ketua DPRD Kota Pontianak. Ia adalah seorang sastrawan sekaligus wartawan Senor di Kalimantan Barat. Tidak ada topik khusus dari obrolan itu. Kami hanya saling memperkuat tesis bahwa kita bisa hidup dengan kertas.

Kertas yang saya maksud bukan kertas yang bergambar pahlawan nasional dan memiliki serat pengaman di bagian tengahnya dan akan terlihat jelas pada saat saat diterawang. Tapi kertas sungguhan. Tempat menuangkan gagasan, ide, karya, puisi, dan berbagai macam tulisan.

Saya sendiri bisa tetap bisa melanjutkan hidup hingga hari ini karena kertas. Walaupun jauh dari predikat sukses, tapi saya tetap bisa mandiri hingga hari ini. Mandiri karena tak pernah menjual harga diri hanya karena untuk mendapatkan materi.

Dari kertas itu saya menuangkan gagasan saya menjadi tulisan ilmiah yang kemudian dipresentasikan melalui seminar, lalu sayapun bisa mendapatkan beberapa lembar uang dari kertas itu. Dari kertas itu saya juga sering menyajikan berbagai usulan desain spanduk, baliho, pamflet, sticker, T-shirt dan media komunikasi visual lainnya. Jika desain diterima berarti saya akan mendapatkan uang dari proses produksinya.

Jika hati dan fikiran sedang mood, dan waktu agak senggang, saya tuangkan gagasan event dan program ke dalam kertas itu. Lalu di atas kertas yang agak tebal dan mengkilat saya cetakan desain kover yang menarik. Jadilah ia proposal.Jika gagasan event yang tertuang di kertas itu diterima oleh para sponsor, berarti mengalirlah uang ke kantong saya dan teman-teman saya.

Entah berapa ratus juta rupiah kertas-kertas itu telah menghasilkan uang bagi saya dan teman-teman saya. Kalau dihitung sejak tahun 2000, saat saya baru menyelesaikan kuliah dan pulang ke Pontianak Kota kelahiran saya ini, mungkin bisa Milyaran nilainya. Bahkan baru-baru ini beberapa lembar kertas yang berisi gagasan dan konsep, berhasil membukukan kegiatan di bidang komunikasi senilai lebih dari 500 juta. Luar biasa sekali kertas ini!

Pay Jarot Sujarwo, atau yang biasa di panggil PJS adalah salah seorang kawan saya yang berhasil menjelajah benua Eropa, karena kertas. Dulunya saya pernah sedikit membantunya. Saya menyarankan padanya untuk menerbitkan buku. Namun setelah dianalisis, di Kalbar ini sangat sulit menjual buku. Lalu saya memberinya saran agar ia membuat buku kecil-kecil untuk menekan biaya produksi sehingga harganya dapat lebih terjangkau oleh pasar. Distribusinyapun dapat dilakukan secara door to door. Saran sederhana ini ia lakoni. Karena semangatnya, sayapun ikut bersemangat untuk membantu sastrawan karang ini. Dari mulai melayout tulisannya, mendesain kover, hingga mencetaknya. Saya agak lupa dengan judul buku perdananya itu, tapi kalau tidak salah buku itu berjudul “0 Derajat”. Hingga hari ini ia terus menulis dan menulis. Ia menulis dan menulis apapun yang ia ingin tulis, lalu membukukannya serta menjualnya kepada kawan-kawannya tanpa memperdulikan apapun kata orang-orang di sekitarnya. Belasan buku dan entah berapa ribu eksamplar buku yang telah berhasil ia jual. Keberhasilannya menerbitkan buku, jauh mengungguli para sastrawan bahkan yang paling senior sekalipun di Kalbar ini. Kertas telah menjadi instrument bagi pemuda Kampung Arang ini untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.

Cerita sukses dari selembar kertas juga terjadi pada Bing Purwanto. Lelaki bertato ini adalah salah satu kawan saya yang katanya sudah berhasil hidup mapan di Kota Bali. Ia adalah seorang pelukis yang sangat berbakat. Ia menuangkan imaginasinya melalui kertas-kertas HVS, kertas karton atau kertas apa saja dengan coretan pinsil, pena atau kuas. Temanya juga sangat unik. Yang paling menonjol adalah lukisan tentang kehidupan khas masyarakat Dayak. Pernah suatu ketika di tahun 2003, lembaga kami, yaitu Yayasan Bidar, yang dipimpin oleh Indra Ae’,mengadakan pameran karikatur di Museum Kalbar. Acara itu mengundang GM Sidharta, kartunis kelas dunia yang saat ini menjadi kartunis harian Kompas. Ia pun mengomentari lukisan Bing Kalis, demikian nama bekennya itu, dengan komentar yang membuat hidung Seniman dari daerah Kalis, Kapuas Hulu itu kembang kempis. Sang Maestro mengatakan di Harian Kompas bahwa karya-karya Bing di kertas ukuran AO yang dipamerkan di museum itu sebagai sebuah karya drawing yang nyaris sempurna. Akibat komentar sang Maestro, Bing Kalis yang lucu dan apa adanya itu mendadak terkenal. Ia pun sepertinya tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk hijrah dan menjalankan profesi keseinamannyan di Bali, surganya para seniman. Bagi Bing, kertas telah menjadi bagian terpenting dari kehidupannya.

Lain PJS dan Bing Kalis, lain pula Pak Tabrani Hadi. Pak Tabrani Hadi adalah pendiri sekaligus pemilik Surat Kabar Harian terbesar di Kalbar, Pontianak Post. Pria ini juga berhasil hidup dan menghidupi orang banyak dari kertas. Puluhan tahun, pria penuh semangat yang sebelum terkena stroke sering saya jadikan sumber pengetahuan ini, mengolah kertas hingga menjadi koran dan meyebarkannya setiap hari hingga ke pelosok Kalimantan Barat. Berkat semangat dan kecintaannya pada dunia jurnalistik, kertas-kertas itu hingga hari ini tidak hanya mampu menghidupi dirinya, tapi juga ratusan orang yang menggantungkan hidup dalam perusahaannya.

Menjadikan kertas sebagai sumber penghidupan, juga terjadi pada rekan-rekan saya yang lain. Ada Roffi Faturrahman, yang telah menghasilkan, mungkin belasan Milyar selama ia melakoni profesi sebagai konsultan dan arsitektur. Gagasannya dan karya desainnya dalam lembaran-lembaran kertas, telah menyebar menjadi kebijakan pemerintah dan gedung-gedung indah di Kalimantan Barat. Demikian pula dengan Hermayani, yang saat ini menjadi aktivis lingkungan di WWF. Gagasan-gagsan cemerlangnya untuk menjaga kesinambungan lingkungan hidup mampu meyakinkan funding dunia untuk mengucurkan dana dan melindungi lingkungan hidup di Kalbar. Kertas telah berfungsi tidak sekedar sebagai sumber penghidupan, namun juga instrument penting bagi terus bergeraknya peradaban. 

Kertas, seperti juga benda lainnya di sekitar kita, hanyalah sebuah alat. Alat yang tidak akan berguna jika kita tahu tahu cara memfungsikannya. Kertas hanyalah media untuk menyampaikan pesan dan kesan. Pesan dan kesan di sampaikan melalui kata-kata yang bersumber dari akal dan budi manusia. Tanpa akal dan budi, kertas tetaplah benda mati yang tak berarti dan tak akan menghasilkan apa-apa.

Sebuah tulisan 14 Mei 2010 pukul 12:01