Tampilan majalah-majal yang dibuat oleh pemerintah daerah biasanya jauh dari kesan kreatif. Dan dibuat tanpa standar visual sehingga tak memilki tampilan yang konsisten. Nah, bebeeapa waktu yang lalau saya menawarkan diri untuk memperbaiki tampilan visual dan membuat standar tampilan visual untuk majalah resmi pemerintah kota. Walaupun dengan budget dan waktu yang mepet tapi saya terap bersemangat memperbaiki tampilan visual majalah yang berjumlah 40 halaman itu. Apa yang saya lakukan ini mungkjn tidak sempurna kaeena krerbatasan kreatigitas yang saya miliki, namjn langkah ini sapat diterapka oleh teman-teman untuk mengefektifkan dan mengefiaienkan waktu dalam mendesain sebuab majalah. Berikut langkah yang saya lakukan.
1. Membuat brand mark majalah yang baru. Nama majalahnga adalah wartakota. Pasa awalnnya warrakota hnaya ditulis dalam font stansar. Saya buaykan dengan sedikit senuthan etnis dan memperbaiki rata letak logo pemilik majalh menjadi satu kesatuan denhan beandmark majalah.
2. Membuat stand visual kover majalah. Kover majalah asalah halaman yang pertama kali dilihat oleh lembaca.jadi hatus dibuat menarik dan berkharakter. Saya membuat kover dengan membagi bidang kover menjadi beberapa bagian. Untuk menempatkan nama majalah, menemoatkan foto dan berita headline, menemoatkan berita dan foto subheadline dan ada bisang yang dialokasikan jntuk memuat visi lemerintah kota.
3. Halaman belakang saya oerbaiki pula denhan membuat stansar pewarnaan yang senada dengan kover.
4. Memperbaiki oenampilan daftar isi dan pengantar redaksi.
5. Membuat stansarisiasi tampilan visual isi. Menvakup memperbaki header dan footer halaman majalah.memperbakki tata lerak judul, foto dan teks, memilih font untuk headline, subheadline dan konten. Membuat standar background isi.
6. Nah tak sampai 3 hari majalah itu akhirnya sdh jadi dan berhasil terjaga kknsistensnya salam 3 kali penerbitan.
Serelah itu rekan saya pindah kantor. Dan seperti biasa yang terjadi di kantor poemwrinrahan, ganti orang sama dengan ganti kebijakan. Tak taulah saya kelanjutan nasib majalah itu sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar